IHSG Trading Halt Pada Sesi 2 Imbas Tekanan MSCI, BEI Segera Gerak Cepat

M Nurhadi

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:54 WIB
IHSG Trading Halt Pada Sesi 2 Imbas Tekanan MSCI, BEI Segera Gerak Cepat
IHSG Traing Halt (Arsip) [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pada Rabu (28/1/2026), IHSG mengalami *trading halt* setelah indeksnya anjlok 8% mencapai level 8.261.
  • Pemicu utama penghentian sementara perdagangan adalah pembekuan indeks saham Indonesia oleh MSCI.
  • Otoritas bursa berkomitmen memperbaiki kredibilitas pasar dengan meningkatkan transparansi data *free float* secara berkala.

Suara.com - Kondisi darurat melanda lantai bursa pada pembukaan sesi 2 perdagangan Rabu (28/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi mengalami trading halt atau penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan.

Langkah ekstrem ini diambil setelah indeks terjun bebas hingga 8% ke level 8.261, sebuah koreksi yang sangat dalam setelah sebelumnya IHSG sempat mencetak rekor historis di atas level 9.000.

Pelemahan ini sudah terindikasi sejak sesi 1, di mana indeks ditutup melemah 7,58% atau hilang 780 poin.

Sentimen negatif utama dipicu oleh pengumuman mengejutkan dari indeks global MSCI yang membekukan sementara perlakuan indeks bagi saham-saham Indonesia akibat keraguan atas isu free float dan aksesibilitas pasar.

Untuk diketahui, trading halt adalah protokol pembekuan perdagangan sementara yang diterapkan oleh bursa untuk menangani kondisi volatilitas yang tidak wajar. Kebijakan ini bertujuan untuk:

  • Memberikan Waktu Tenang: Investor diberikan ruang untuk mencerna informasi fundamental atau berita besar yang memicu kepanikan pasar.
  • Menjaga Kewajaran: Memastikan perdagangan efek tetap berjalan dalam koridor yang adil dan mencegah aksi jual panik (panic selling) yang tidak terkendali.
  • Proteksi Investor: Melindungi pelaku pasar dari pergerakan harga yang liar dan tidak terduga.

Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bursa Nomor Kep-00196/BEI/12-2024, BEI memiliki protokol bertingkat dalam menangani kejatuhan indeks dalam satu hari bursa yang sama:

  1. Penurunan >8%: Bursa melakukan trading halt selama 30 menit (tengah terjadi saat ini).
  2. Penurunan Lanjutan >15%: Jika setelah dibuka perdagangan kembali anjlok hingga lebih dari 15%, maka bursa akan kembali menghentikan perdagangan selama 30 menit.
  3. Penurunan Lanjutan >20%: Bursa akan melakukan trading suspend atau suspensi perdagangan hingga akhir sesi, atau lebih dari satu sesi dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain pembekuan indeks, BEI juga telah menyesuaikan persentase Auto Rejection Bawah (ARB) untuk membendung volatilitas saham secara individu.

Respons Strategis SRO dan OJK terhadap Peringatan MSCI

Menanggapi tekanan global dari MSCI, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni KSEI dan KPEI, dengan dukungan penuh dari OJK, menyatakan komitmen untuk memperbaiki kredibilitas pasar.

baca juga

Pihak bursa memahami bahwa pembobotan MSCI adalah referensi vital bagi investor global. Oleh karena itu, BEI telah mulai mengambil langkah konkret sejak awal tahun ini untuk meningkatkan transparansi:

Publikasi Data Free-Float: Sejak 2 Januari 2026, BEI secara rutin mengumumkan data free float komprehensif di situs resminya setiap bulan.

Koordinasi Intensif: SRO terus menjalin komunikasi dengan MSCI untuk menyelaraskan pemahaman mengenai struktur kepemilikan saham di Indonesia.

Penyediaan Informasi Akurat: Berupaya menyediakan data yang lebih andal sesuai dengan ekspektasi pemangku kepentingan global guna meningkatkan kembali bobot saham Indonesia di indeks internasional.

Pemerintah dan otoritas bursa optimis bahwa melalui penguatan transparansi dan koordinasi yang berkelanjutan, daya saing pasar modal nasional akan pulih, dan kepercayaan investor global dapat direbut kembali.


DISCLAIMER: Status "Trading Halt" adalah kondisi darurat pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan otoritas bursa. Keputusan investasi di tengah volatilitas tinggi sangat berisiko. Artikel ini disusun sebagai informasi berita terkini dan bukan merupakan saran investasi. Harap pantau pengumuman resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk status perdagangan terbaru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BUMI Diserok saat IHSG Dihantui Risiko Status Frontier Market MSCI

Saham BUMI Diserok saat IHSG Dihantui Risiko Status Frontier Market MSCI

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:28 WIB

Sesi I Berdarah, IHSG Ambles 7 Persen ke Level 8.321

Sesi I Berdarah, IHSG Ambles 7 Persen ke Level 8.321

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:14 WIB

IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort

IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:11 WIB

Terkini

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

×