Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Siapa MSCI dan Mengapa Keputusannya Membuat IHSG Ambruk Hampir 8 Persen Hari Ini

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:53 WIB
Siapa MSCI dan Mengapa Keputusannya Membuat IHSG Ambruk Hampir 8 Persen Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terjun bebas hingga 7,63% ke level 8.295. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka di level 8.393 dan sempat mencoba menguat ke posisi tertinggi 8.596.
  • Namun, tekanan jual masif tak terbendung hingga indeks sempat menyentuh level terendah harian di 8.286.
  • Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen negatif yang bersumber dari pengumuman mengejutkan dari lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Suara.com - Pasar modal Indonesia mengalami hari yang kelam pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terjun bebas hingga 7,63% ke level 8.295.

Penurunan sebesar 684,8 poin dalam satu hari perdagangan ini merupakan salah satu koreksi terdalam dalam sejarah bursa domestik, memicu kekhawatiran meluas di kalangan investor ritel maupun institusi.

Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka di level 8.393,51 dan sempat mencoba menguat ke posisi tertinggi 8.596,17. Namun, tekanan jual masif tak terbendung hingga indeks sempat menyentuh level terendah harian di 8.286,88. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen negatif yang bersumber dari pengumuman mengejutkan dari lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Mengenal MSCI: Sang Penentu Arus Modal Global

Bagi orang awam, nama MSCI mungkin terdengar asing, namun di dunia keuangan, mereka adalah "hakim" yang menentukan ke mana triliunan dolar dana investasi global mengalir. MSCI adalah penyedia indeks saham, obligasi, dan instrumen pasar modal lainnya yang menjadi acuan (benchmark) bagi manajer investasi di seluruh dunia.

Ketika sebuah saham atau negara masuk dalam kategori indeks MSCI (seperti MSCI Emerging Markets), manajer investasi global—terutama yang mengelola dana secara pasif (index fund dan ETF)—wajib membeli saham-saham tersebut agar kinerja portofolio mereka selaras dengan indeks. Sebaliknya, jika MSCI memberikan sentimen negatif, dana-dana asing ini akan ditarik keluar secara otomatis dalam jumlah besar.

Pemicu Keruntuhan: Pembekuan Penilaian Free Float

Penyebab utama kepanikan hari ini adalah keputusan MSCI untuk melakukan pembekuan sementara penilaian free float bagi saham-saham di Indonesia. Free float adalah jumlah saham yang benar-benar beredar di publik dan tersedia untuk diperdagangkan, tidak termasuk kepemilikan oleh pengendali atau pemerintah.

MSCI mengambil langkah ekstrem ini karena adanya kekhawatiran serius mengenai transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Muncul dugaan bahwa banyak saham yang dianggap free float sebenarnya dikuasai oleh pihak-pihak terafiliasi melalui struktur kepemilikan yang rumit, sehingga likuiditas asli di pasar jauh lebih kecil dari yang dilaporkan.

baca juga

Dampak Domino bagi Pasar Modal

Keputusan pembekuan ini adalah sinyal bahaya bagi investor global. Jika penilaian free float Indonesia bermasalah, maka bobot Indonesia dalam indeks MSCI global terancam dipangkas (reweighting).

Kekhawatiran ini terlihat jelas pada data perdagangan hari ini:

  • Penutupan Sebelumnya: 8.980,23
  • Level Terendah Harian: 8.286,88
  • Rentang 52 Minggu: 5.882,60 – 9.174,47

Pelemahan sebesar 7,63% ini mencerminkan hilangnya kepercayaan pasar dalam sekejap. Sektor perbankan dan saham-saham berkapitalisasi besar (Blue Chip) yang biasanya menjadi motor penggerak IHSG justru menjadi beban terberat karena saham-saham inilah yang memiliki bobot terbesar dalam indeks MSCI Indonesia.

Kini, bola panas berada di tangan otoritas bursa (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasar menantikan klarifikasi dan langkah nyata untuk memperbaiki transparansi kepemilikan saham demi memulihkan kepercayaan MSCI dan investor global. Tanpa adanya perbaikan regulasi yang tegas terkait beneficial ownership (pemilik manfaat akhir), posisi Indonesia di kancah pasar modal internasional terancam terdegradasi.

Hingga berita ini diturunkan, IHSG masih bergerak di zona merah pekat dengan tekanan jual yang masih terasa di seluruh sektor. Para investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kebijakan otoritas dalam menanggapi manuver MSCI ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Ambruk Hampir 8 Persen

IHSG Ambruk Hampir 8 Persen

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 11:33 WIB

Saham BBCA Ambyar, Cetak Rekor Terburuk Sejak Era Pandemi COVID-19

Saham BBCA Ambyar, Cetak Rekor Terburuk Sejak Era Pandemi COVID-19

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15 WIB

IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya

IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:51 WIB

Terkini

Putus Peran Tengkulak, Kopdes Bakal Jadi Penampung Tangkapan Nelayan

Putus Peran Tengkulak, Kopdes Bakal Jadi Penampung Tangkapan Nelayan

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:05 WIB

Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia

Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:02 WIB

Proyeksi IHSG Usai Rp789 Miliar Dana Asing Kabur, Saham BUMI Disorot

Proyeksi IHSG Usai Rp789 Miliar Dana Asing Kabur, Saham BUMI Disorot

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:56 WIB

Bocoran Mobil Baru GIIAS 2026 Ada Honda Brio Listrik Hingga SUV Legendaris Toyota

Bocoran Mobil Baru GIIAS 2026 Ada Honda Brio Listrik Hingga SUV Legendaris Toyota

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:55 WIB

Eksperimen Berani Igor Tolic Berhasil, Persib ke Semifinal Piala Presiden 2026

Eksperimen Berani Igor Tolic Berhasil, Persib ke Semifinal Piala Presiden 2026

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:54 WIB

Kalau Semua Orang Mau Naik Transum, Mungkin Kota Kita Tak Semacet Sekarang?

Kalau Semua Orang Mau Naik Transum, Mungkin Kota Kita Tak Semacet Sekarang?

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:41 WIB

Surga Tersembunyi di Jalur Pantura Situbondo:Catatan Perjalanan ke Utama Raya Beach

Surga Tersembunyi di Jalur Pantura Situbondo:Catatan Perjalanan ke Utama Raya Beach

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:35 WIB

Kumpulan Ide Lomba Agustusan Anak TK yang Mudah dan Seru, Bikin Murid-Murid Antusias

Kumpulan Ide Lomba Agustusan Anak TK yang Mudah dan Seru, Bikin Murid-Murid Antusias

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:35 WIB

Masih Enggan Naik Transportasi Umum? Sudah Saatnya Mengubah Cara Pandang

Masih Enggan Naik Transportasi Umum? Sudah Saatnya Mengubah Cara Pandang

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:34 WIB

Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman

Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:27 WIB

×