Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 30 Januari 2026 | 09:54 WIB
Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah 0,26 persen pada Jumat, 30 Januari 2026, dibuka di Rp16.797 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh indeks dolar AS yang mengalami rebound dan sentimen risk off domestik.
  • Yuan Tiongkok menguat, sementara mayoritas mata uang Asia lainnya, seperti Baht Thailand, mengalami pelemahan.

Suara.com - Nilai tukar mengalami pelemahan pada Jumat, 30 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka ke level Rp 16.797 per dolar AS

Dengan kondisi itu membuat, rupiah melemah 0,26 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp 16.755 dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.786 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi. Di mana, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,56 persen.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

Disusul, yen Jepang yang anjlok 0,46 persen. Lalu, ada won Korea Selatan yang tertekan 0,36 persen dan dolar Taiwan yang turun 0,28 persen. Lalu dolar Singapura yang terdepresiasi 0,24 persen.

Diikuti ringgit Malaysia yang merosot 0,21 persen. Disusul, peso Filipina yang tergelincir 0,08 persen dan dolar Hongkong yang melemah 0,03 persen.

Sedangkan yuan China menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik 0,04 persen terhadap the greenback. 

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah ini setelah indek dolar AS mengalami rebound.

"Rupiah ditutup  terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off di pasar ekuitas domestik terkait potensi downgrade MSCI dan Goldman Sachs," katanya saat dihubungi Suara.com. 

Lukman menambahkan, IHSG masih di wilayah negatif membuat rupiah tertekan. Apalagi, tidak ada data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar membuat investor masih perlu mencemati dampak dari perkembangan seputar MSCI dan geopolitik seputar ancaman Trump pada Iran. 

baca juga

"Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS oleh sentimen yang masih belum pulih di pasar ekuitas domestik menyangkut pengumuman MSCI kemaren. Range Rp 16.700 - Rp 16.800," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Kembali Melemah Terseret Sentimen Global

Rupiah Kembali Melemah Terseret Sentimen Global

Bisnis | Kamis, 29 Januari 2026 | 17:32 WIB

Rupiah Melemah Tersengat IHSG yang Anjlok, Dolar AS Jadi Kuat ke Level Rp16.788

Rupiah Melemah Tersengat IHSG yang Anjlok, Dolar AS Jadi Kuat ke Level Rp16.788

Bisnis | Kamis, 29 Januari 2026 | 09:49 WIB

Beda dengan IHSG, Rupiah Justru Berjaya

Beda dengan IHSG, Rupiah Justru Berjaya

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 17:06 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×