Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Beda dengan IHSG, Rupiah Justru Berjaya

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:06 WIB
Beda dengan IHSG, Rupiah Justru Berjaya
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup menguat 0,27 persen ke Rp 16.722 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu, 28 Januari 2026.
  • Penguatan rupiah didukung oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat yang meluas secara signifikan.
  • Prospek penguatan rupiah ke depan diramal sulit akibat kekhawatiran defisit anggaran dan sentimen domestik.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih konsisten menghijau hingga akhir perdagangan, Rabu, 28 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,27 persen ke level Rp 16.722 per dolar AS.

Sedangkan, berdasarkan data kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.723 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi. Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,94 persen. Disusul, won Korea Selatan melesat 0,8 persen.

Ilustrasi uang rupiah. [Antara]
Ilustrasi uang rupiah. [Antara]

Selanjutnya, ada dolar Taiwan yang ditutup menanjak 0,58 persen dan peso Filipina ditutup terapresiasi 0,57 persen. Lalu, yuan China yang terkerek 0,13 persen.

Berikutnya, dolar Singapura yang naik 0,07 perssn dan dolar Singapura yang menguat tipis 0,03 persen di sore ini.

Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,26 persen.

Kemudian, nilai tukar baht Thailand yang turun 0,21 persen dan dolar Hongkong yang melemah tipis 0,02 persen terhadap the greenback.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah karena indeks dolar AS sedang turun ke level terendah. 

"Rupiah menguat didukung oleh perlemahan dolar AS yang meluas dan tajam oleh sell America trade," katanya saat dihubungi Suara.com.

baca juga

Namun, rupiah masih diramal sulit kembali melanjutkan penguatan. Pasalnya dikarenakan permasalahan domestik seperti kekuatiran defisit anggaran, independensi BI dan terakhir sentimen risk off yang sangat besar di equitas domestik bisa berbalik menekan rupiah. 

"Namun untuk besok akan tergantung pada hasil FOMC malam ini untuk panduan prospek suku bunga the Fed kedepannya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Perkasa, Dolar AS Ambruk ke Level Rp16.730

Rupiah Perkasa, Dolar AS Ambruk ke Level Rp16.730

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 09:32 WIB

Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi

Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 17:31 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Menguat: Bukan Karena Thomas Djiwandono

Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Menguat: Bukan Karena Thomas Djiwandono

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 17:01 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×