Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Tekanan Jual Reda, IHSG Melesat 1,18% di Sesi I

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:29 WIB
Tekanan Jual Reda, IHSG Melesat 1,18% di Sesi I
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
  • IHSG menguat 1,18 persen mencapai 8.329 pada perdagangan sesi pertama Jumat, 30 Januari 2026 karena tekanan jual mereda.
  • Regulator merespons ultimatum MSCI dengan rencana penerapan free float minimum 15 persen bagi semua emiten BEI.
  • Pasar juga merespons positif pengunduran diri Direktur Utama BEI sebagai langkah menjaga stabilitas pasar modal nasional.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melaju di zona hijau pada perdagangan sesi pertama, Jumat, 30 Januari 2026. IHSG tercatat naik 96 poin atau 1,18 persen ke level 8.329.

Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya melihat, penguatan IHSG seiring meredanya tekanan jual setelah volatilitas ekstrem yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Selain itu Meredanya tekanan jual dinilai tidak lepas dari respons cepat regulator dalam menyikapi ultimatum MSCI.

Pilarmas Sekuritas Investindo mencatat, regulator berencana menerapkan ketentuan free float minimum sebesar 15 persen bagi seluruh emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), baik emiten baru maupun yang sudah tercatat.

Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]

Dalam jangka pendek, kebijakan ini dinilai berpotensi menekan saham-saham dengan free float rendah karena adanya kebutuhan pelepasan saham ke publik, yang dapat meningkatkan volatilitas dan menekan harga, khususnya pada emiten berkapitalisasi kecil atau dengan kepemilikan pengendali yang dominan.

Namun demikian, dalam jangka menengah hingga panjang, peningkatan free float dinilai berpotensi memperbaiki likuiditas pasar, mempersempit bid-ask spread, serta menciptakan pembentukan harga saham yang lebih mencerminkan mekanisme pasar yang sehat.

Di sisi lain, pasar juga merespons perkembangan terbaru terkait pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika yang terjadi di pasar, serta dinilai sebagai keputusan terbaik demi menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar modal nasional.

Pada perdagangan sesi pertama, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam di sesi I meliputi PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT NCKL Tbk.

Untuk rekomendasi saham, Pilarmas Sekuritas Investindo merekomendasikan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan status buy, dengan kisaran support di level 1.210 dan resistance di 1.390.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya: Mundurnya Dirut BEI Sentimen Positif, Saatnya Investor 'Serok' Saham

Purbaya: Mundurnya Dirut BEI Sentimen Positif, Saatnya Investor 'Serok' Saham

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:13 WIB

Pemerintah Desak Demutualisasi BEI Disegerakan

Pemerintah Desak Demutualisasi BEI Disegerakan

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:00 WIB

Plt Dirut BEI Akan Ditunjuk Setelah Iman Rachman Mundur

Plt Dirut BEI Akan Ditunjuk Setelah Iman Rachman Mundur

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 12:57 WIB

Terkini

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:03 WIB