Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari otoritas pasar modal Indonesia. Direktur Utama (Dirut) PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara resmi dinyatakan mengundurkan diri dari posisinya pada hari ini, Jumat (30/1/2026).
Iman yang telah menakhodai bursa sejak Juni 2022 tersebut meninggalkan kursi kepemimpinan di tengah situasi pasar yang sedang menghadapi berbagai tantangan seiring isu MSCI.
Sebagai pimpinan tertinggi, sosok Direktur Utama memiliki tanggung jawab yang sangat vital dalam menjaga denyut nadi perekonomian nasional melalui pasar saham.
Pengunduran diri ini tentu menjadi sorotan para pelaku pasar, mengingat peran Dirut yang mencakup pengelolaan operasional menyeluruh, penentuan arah kebijakan strategis, hingga pengambilan keputusan final demi menjamin kepercayaan investor tetap terjaga.
Kini, Pjs Dirut BEI diemban oleh Jeffrey Hendrik.
Apa Tugas Direktur Utama BEI
Direktur Utama BEI bukan sekadar jabatan administratif, melainkan benteng utama dalam stabilitas pasar modal. Berdasarkan tata kelola perusahaan, berikut adalah rincian tugas berat yang diemban oleh seorang Dirut BEI:
- Kepemimpinan dan Penentu Kebijakan: Memimpin jajaran Direksi untuk merumuskan visi jangka panjang bursa. Dirut memiliki suara penentu dalam pengambilan keputusan final, terutama dalam rapat-rapat direksi yang krusial.
- Penjaga Gawang Stabilitas: Mengelola risiko pasar secara proaktif. Saat situasi bursa bergejolak, seperti terjadinya penurunan indeks yang tajam, Dirut bertanggung jawab mengambil langkah darurat guna meredam kepanikan investor.
- Akselerasi Pengembangan Pasar: Bertugas memperkaya produk investasi, meningkatkan jumlah emiten yang melantai (Initial Public Offering), serta memperluas basis investor domestik maupun internasional.
- Integritas dan Kepatuhan: Menjamin seluruh mekanisme perdagangan berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) serta regulasi yang berlaku untuk mencegah praktik kecurangan.
- Representasi Diplomasi: Menjadi wajah resmi organisasi dalam menjalin hubungan strategis dengan regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pemangku kepentingan global.
Masa Transisi dan Kelangsungan Operasional
Pasca mundurnya Iman Rachman, operasional BEI dipastikan akan terus berjalan normal.
Baca Juga: OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
Untuk sementara waktu, kepemimpinan bursa akan dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt) hingga terpilihnya Direktur Utama definitif yang baru melalui mekanisme yang telah diatur.
Masa transisi ini menjadi periode penting bagi BEI, terutama dalam menjaga komitmen transparansi data yang belakangan ini menjadi sorotan lembaga indeks internasional.
Fokus utama Plt Dirut nantinya tetap pada keberlanjutan strategi pengembangan bursa dan penguatan koordinasi dengan KSEI serta KPEI di bawah pengawasan OJK.
Kontributor : Rizqi Amalia