- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan rencana Presiden Prabowo merombak direksi bank BUMN, namun dibantah CEO Danantara Rosan Roeslani.
- Pengamat BUMN Herry Gunawan menilai pernyataan Menhan offside, karena bukan ranah tugasnya, berpotensi sentimen negatif bursa saham.
- Rosan Roeslani menegaskan belum ada pembicaraan resmi mengenai perombakan direksi Himbara sejauh ini dari pihak pengelola investasi.
"Dan tentunya, kami akan selalu berkonsultasi apabila memang perlu ada perbaikan. Tetapi sejauh ini tidak ada perbicaraan mengenai hal itu," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana mengganti seluruh jajaran direksi bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Langkah tersebut diambil lantaran jajaran direksi Bank Himbara dinilai telah merugikan negara. Pergantian direksi dianggap penting agar bank milik negara dapat bekerja lebih efektif dalam memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
Sjafrie menilai selama ini Bank Himbara justru lebih banyak memberikan keuntungan kepada pengusaha besar dibandingkan pengusaha kecil, khususnya dalam penyaluran kredit.