Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:20 WIB
BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 menunjukkan peningkatan yang ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, terutama dari konsumsi rumah tangga. [Antara]
  • Bank Indonesia mengingatkan menjaga momentum ekonomi domestik Q1 2026 ditopang konsumsi kuat meskipun ada tekanan konflik Timur Tengah.
  • Perlambatan ekonomi global 2026 diprediksi menjadi 3,1 persen dan inflasi naik, dipicu kenaikan harga minyak dunia dan ketatnya pasar keuangan.
  • BI menekankan sinergi kebijakan antara pemerintah dan BI diperlukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengingatkan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global akibat konflik di Timur Tengah yang kian memanas sejak akhir Februari 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 menunjukkan peningkatan yang ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, terutama dari konsumsi rumah tangga.

“Konsumsi rumah tangga meningkat sejalan dengan perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), didukung oleh perbaikan pendapatan masyarakat dari Tunjangan Hari Raya (THR), belanja sosial pemerintah, serta berbagai insentif lainnya,” ujar Perry dalam RDG dikutip dari Youtube BI, Rabu (18/3/2026)

Selain konsumsi, investasi juga diprakirakan tetap solid, terutama didorong oleh percepatan belanja pemerintah, termasuk melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan investasi Danantara.

Namun demikian, BI mengingatkan bahwa memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah berpotensi menekan kinerja ekonomi ke depan. Lonjakan harga minyak dunia disebut telah mengganggu rantai pasok perdagangan global, sehingga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia sekaligus meningkatkan tekanan inflasi.

Di pasar keuangan global, kondisi juga semakin ketat. Penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury, serta arus modal keluar dari negara berkembang (emerging markets) menjadi tantangan tambahan bagi stabilitas ekonomi.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 melambat menjadi 3,1 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,2 persen. Sementara itu, inflasi global diperkirakan meningkat dari 3,8 persen menjadi 4,1 persen, yang berpotensi menunda pelonggaran kebijakan moneter global, termasuk penurunan suku bunga acuan The Fed.

Kondisi tersebut turut mendorong meningkatnya premi risiko investasi global dan pergeseran aliran modal ke aset aman (safe haven), khususnya pasar keuangan Amerika Serikat. Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia (DXY) pun tercatat menguat.

Menghadapi situasi ini, Perry menegaskan pentingnya memperkuat sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

“Sinergi kebijakan diperlukan untuk menjaga permintaan domestik dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen,” tegasnya.

BI juga berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan, mulai dari kebijakan moneter, makroprudensial, hingga sistem pembayaran, yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, berbagai program pemerintah yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan terus dilanjutkan dengan tetap menjaga ketahanan fiskal.

BI menilai, langkah responsif dan terkoordinasi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan eksternal Indonesia di tengah tekanan global, sekaligus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:45 WIB

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:28 WIB

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:09 WIB

BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen

BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:27 WIB

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Terkini

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:34 WIB

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:31 WIB

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:21 WIB

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:51 WIB

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:47 WIB

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:46 WIB

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:53 WIB

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:41 WIB