BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:20 WIB
BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 menunjukkan peningkatan yang ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, terutama dari konsumsi rumah tangga. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mengingatkan menjaga momentum ekonomi domestik Q1 2026 ditopang konsumsi kuat meskipun ada tekanan konflik Timur Tengah.
  • Perlambatan ekonomi global 2026 diprediksi menjadi 3,1 persen dan inflasi naik, dipicu kenaikan harga minyak dunia dan ketatnya pasar keuangan.
  • BI menekankan sinergi kebijakan antara pemerintah dan BI diperlukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengingatkan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global akibat konflik di Timur Tengah yang kian memanas sejak akhir Februari 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 menunjukkan peningkatan yang ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, terutama dari konsumsi rumah tangga.

“Konsumsi rumah tangga meningkat sejalan dengan perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), didukung oleh perbaikan pendapatan masyarakat dari Tunjangan Hari Raya (THR), belanja sosial pemerintah, serta berbagai insentif lainnya,” ujar Perry dalam RDG dikutip dari Youtube BI, Rabu (18/3/2026)

Selain konsumsi, investasi juga diprakirakan tetap solid, terutama didorong oleh percepatan belanja pemerintah, termasuk melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan investasi Danantara.

Namun demikian, BI mengingatkan bahwa memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah berpotensi menekan kinerja ekonomi ke depan. Lonjakan harga minyak dunia disebut telah mengganggu rantai pasok perdagangan global, sehingga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia sekaligus meningkatkan tekanan inflasi.

Di pasar keuangan global, kondisi juga semakin ketat. Penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury, serta arus modal keluar dari negara berkembang (emerging markets) menjadi tantangan tambahan bagi stabilitas ekonomi.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 melambat menjadi 3,1 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,2 persen. Sementara itu, inflasi global diperkirakan meningkat dari 3,8 persen menjadi 4,1 persen, yang berpotensi menunda pelonggaran kebijakan moneter global, termasuk penurunan suku bunga acuan The Fed.

Kondisi tersebut turut mendorong meningkatnya premi risiko investasi global dan pergeseran aliran modal ke aset aman (safe haven), khususnya pasar keuangan Amerika Serikat. Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia (DXY) pun tercatat menguat.

Menghadapi situasi ini, Perry menegaskan pentingnya memperkuat sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

baca juga

“Sinergi kebijakan diperlukan untuk menjaga permintaan domestik dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen,” tegasnya.

BI juga berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan, mulai dari kebijakan moneter, makroprudensial, hingga sistem pembayaran, yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, berbagai program pemerintah yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan terus dilanjutkan dengan tetap menjaga ketahanan fiskal.

BI menilai, langkah responsif dan terkoordinasi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan eksternal Indonesia di tengah tekanan global, sekaligus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:45 WIB

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:28 WIB

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:09 WIB

BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen

BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:27 WIB

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×