Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:42 WIB
Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara mengenai laju inflasi tahunan per Januari 2026 yang menyentuh angka 3,55 persen.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara mengenai laju inflasi tahunan per Januari 2026 yang menyentuh angka 3,55 persen. Foto Fakhri-Suara.com
  • Naiknya inflasi Januari 2026 dipicu berakhirnya subsidi diskon listrik.
  • Stimulus dialihkan ke transportasi untuk genjot ekonomi Kuartal I-2026.
  • Ada diskon tiket pesawat (16%), kereta/laut (30%), hingga tol (20%).

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara mengenai laju inflasi tahunan per Januari 2026 yang menyentuh angka 3,55 persen.

Meski merangkak naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Airlangga menegaskan bahwa kondisi ini masih dalam koridor terkendali.

Penyebab utama dari pergeseran angka ini adalah absennya kebijakan diskon tarif listrik yang pada awal 2025 sempat diberikan sebesar 50% kepada 90 juta keluarga.

"Tahun lalu kita kasih diskon listrik 50 persen. Tahun ini tidak ada, sehingga ada perbedaan karakter pergerakan harga," ujar Airlangga di sela acara Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Alih-alih melanjutkan subsidi listrik yang masif, pemerintah kini memilih strategi yang lebih selektif. Fokus stimulus dialihkan untuk memicu mobilitas masyarakat dan konsumsi pada Kuartal I-2026.

Pemerintah optimistis bahwa kuartal pertama adalah kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi setahun penuh. "Target kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena Kuartal I sangat krusial," tambah Airlangga.

Sebagai kompensasi atas ditiadakannya diskon listrik, pemerintah menyiapkan sederet insentif di sektor transportasi yang akan berlaku dalam waktu dekat:

  1. Penerbangan Domestik: Diskon tiket kelas ekonomi hingga 16% melalui skema PPN ditanggung pemerintah (DTP).
  2. Operasional Bandara: Pemotongan airport tax (PJP2U) sebesar 50% dan diskon harga avtur.
  3. Kereta Api & Laut: Potongan harga tiket hingga 30%.
  4. Infrastruktur Jalan: Diskon tarif jalan tol sebesar 20%.

Langkah agresif ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan roda ekonomi berputar lebih kencang di awal tahun melalui sektor pariwisata dan distribusi logistik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif

Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02 WIB

Yamaha Kenalkan Motor Listrik Baru! Harga Mirip Aerox, Sekali Cas Bisa Tempuh Jogja-Semarang

Yamaha Kenalkan Motor Listrik Baru! Harga Mirip Aerox, Sekali Cas Bisa Tempuh Jogja-Semarang

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:22 WIB

5 Mobil Listrik dengan Suspensi Paling Empuk, Ada BYD hingga Wuling

5 Mobil Listrik dengan Suspensi Paling Empuk, Ada BYD hingga Wuling

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:16 WIB

Terkini

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:03 WIB

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:52 WIB

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB

Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi

Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:01 WIB

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:56 WIB

Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen

Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:39 WIB