Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02 WIB
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif
Ilustrasi motor listrik. (Foto: Ofero)
Baca 10 detik
  • AISMOLI memprediksi penjualan motor listrik tahun 2026 tumbuh 10% meskipun tanpa insentif pemerintah.
  • Penjualan motor listrik 2025 mencapai 55 ribu unit, melambat penurunannya dari awal tahun.
  • Industri beradaptasi melalui strategi B2B dan ekspor, didorong kesadaran manfaat jangka panjang konsumen.

Suara.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) optimistis penjualan sepeda motor listrik pada 2026 masih bisa tumbuh sekitar 10 persen meski tanpa dukungan insentif dari pemerintah.

“Di 2025 memang sudah tidak ada insentif tapi kami tetap percaya industri, khususnya sepeda motor listrik masih bisa berkembang. Untuk 2026 kami targetkan kenaikan sekitar 10 persen dibanding tahun lalu,” ujar Hanggoro Ananta, Sekretaris Jenderal AISMOLI di Jakarta beberapa waktu lalu.

Berdasarkan catatan AISMOLI, penjualan sepeda motor listrik sepanjang 2025 mencapai sekitar 55 ribu unit, turun dari 2024 yang berada di kisaran 70 ribu unit. Meski demikian, penurunan tersebut mulai melambat pada paruh kedua tahun lalu.

“Awal 2025 penurunannya memang cukup tajam, hampir 60 persen dibanding 2024. Tapi di akhir tahun, penurunannya tinggal sekitar 30 persen,” kata Hanggoro.

Lebih lanjut, Hanggoro menilai target kenaikan 10 persen tersebut masih realistis karena pelaku industri telah beradaptasi setelah insentif fiskal berakhir pada 2025.

Menurutnya, para pelaku industri mulai mengembangkan strategi baru untuk menjaga pasar, mulai dari kerja sama business to business (B2B) hingga membuka peluang ekspor. Langkah tersebut dinilai dapat membantu industri tetap bergerak secara organik.

Selain itu, optimisme juga didorong oleh perubahan perilaku konsumen. Sejumlah konsumen kini disebut membeli sepeda motor listrik bukan lagi karena insentif tetapi karena manfaat jangka panjang yang dirasakan.

“Sekarang banyak yang akhirnya sadar, tanpa subsidi pun mereka tetap mau beli karena pengeluaran operasionalnya jauh lebih rendah. Testimoni dari pengguna sebelumnya juga bikin konsumen lain jadi lebih percaya,” ujarnya.

Di sisi lain, meski insentif telah berakhir, AISMOLI berharap dukungan pemerintah tetap berlanjut, terutama dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik roda dua yang dinilai masih tertinggal dibandingkan roda empat.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3 dengan Kapasitas Baterai Jumbo

Untuk itu, AISMOLI menilai diperlukan kolaborasi lebih erat antara pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat industri pendukung motor listrik di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI