Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 03 Februari 2026 | 20:03 WIB
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim pasar sudah menerima penunjukkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pasar saham positif pasca polemik penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.
  • Purbaya menyampaikan penguatan IHSG di Jakarta Pusat pada Selasa (3/2/2026) menandakan penerimaan investor terhadap keputusan tersebut.
  • Purbaya menegaskan independensi Bank Indonesia tetap terjaga, menolak anggapan penunjukan Thomas Djiwandono merupakan bentuk intervensi pemerintah.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pergerakan pasar saham mulai menunjukkan sentimen positif di tengah polemik penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat kembali menguat.

Menurut Purbaya, penguatan IHSG menjadi salah satu indikator bahwa pelaku pasar dan investor mulai dapat menerima keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Ia menilai, dinamika pasar mencerminkan respons rasional investor terhadap isu yang berkembang. Ketika pasar kembali menguat, hal itu menunjukkan kepercayaan yang perlahan pulih.

"Jika Anda melihat pasar modal sekarang, sedang bangkit kembali. Itu artinya, sampai batas tertentu, mereka (publik/investor) menerima kondisi itu," ucapnya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Indonesia Economic Summit di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Purbaya mengatakan, terlepas dari perdebatan yang muncul terkait sosok Thomas Djiwandono, perhatian utama seharusnya tetap diarahkan pada independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Ia mempertanyakan anggapan yang menyebut penunjukan tersebut berpotensi mengganggu independensi BI. Menurut Purbaya, selama ini tidak ada intervensi pemerintah terhadap kebijakan bank sentral.

Purbaya menilai, apabila pemerintah benar-benar berniat melakukan intervensi melalui penempatan pejabat tertentu, hal tersebut akan sangat mudah terbaca oleh publik, khususnya kalangan ekonom dan pengamat kebijakan.

"Apakah saya akan mengintervensi kebijakan bank sentral atau tidak? Atau apakah saya akan menggunakan Tommy (Thomas) sebagai boneka untuk mengendalikan bank sentral atau tidak?" tuturnya.

"Itu akan mudah terlihat oleh ekonom manapun atau komentator manapun atau pembuat kebijakan manapun. Anda bisa melihatnya dengan mudah," sambung dia.

baca juga

Ia kemudian menyinggung pengalaman masa lalu ketika isu intervensi terhadap bank sentral pernah mencuat pada masa krisis akibat pandemi Covid-19. Pada periode tersebut, menurut Purbaya, pernah muncul gagasan ekstrem yang justru mengancam eksistensi BI.

Purbaya menyebut, wacana pembubaran BI yang muncul saat krisis 2021 merupakan contoh nyata intervensi terhadap independensi bank sentral. Sementara itu, penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI dinilai tidak dapat disamakan dengan bentuk intervensi tersebut.

Ia menegaskan, pemerintah menjalankan kebijakan sesuai dengan koridor hukum dan praktik internasional yang berlaku. Prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik, kata dia, tetap menjadi pegangan utama.

"Kami bermain sesuai aturan, kami bermain sesuai hukum. Kami bermain menggunakan praktik terbaik global dalam bank sentral, dalam kebijakan fiskal. Saya cukup pintar untuk memahami itu," pungkas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi

Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 18:40 WIB

IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?

IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:17 WIB

Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI

Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:05 WIB

Aksi Borong Danantara Dongkrak Laju IHSG ke Level 8.000 Siang Ini

Aksi Borong Danantara Dongkrak Laju IHSG ke Level 8.000 Siang Ini

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 12:32 WIB

Thomas Djiwandono Masuk BI Tapi Tak Ada Pengalaman Moneter: 1,5 Tahun Saya Wamenkeu, Silakan Lihat

Thomas Djiwandono Masuk BI Tapi Tak Ada Pengalaman Moneter: 1,5 Tahun Saya Wamenkeu, Silakan Lihat

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:47 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB