Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS

M Nurhadi

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:04 WIB
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
Ilustrasi emas batangan. (Unsplash/rc.xyz NFT gallery)
baca 10 detik
  • Harga emas spot terkoreksi 0,3% menjadi US$ 4.924,89 per ons akibat penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor.
  • Pasar mencermati dinamika politik, termasuk dialog AS-Iran dan hubungan AS-China, serta data ketenagakerjaan yang tertunda.
  • Prospek jangka panjang emas tetap cerah seiring proyeksi pemangkasan suku bunga dan target Goldman Sachs US$ 5.400.

Suara.com - Setelah sempat menikmati reli tajam, harga emas dunia terpantau berbalik arah ke zona merah. Pelemahan ini dipicu oleh kembalinya keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) dan langkah para investor yang mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Berdasarkan data Reuters, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,3% menjadi US$ 4.924,89 per ons. Padahal, pada sesi yang sama, harga sempat meroket hingga 3,1%.

Kontras dengan pasar spot, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April masih mampu bertahan dengan kenaikan tipis 0,3% di level US$ 4.950,80 per ons.

Penguatan indeks dolar ke level tertinggi dalam sepekan terakhir menjadi penghalang utama bagi laju emas. Karena emas dihargai dalam dolar, apresiasi mata uang Paman Sam membuat logam mulia ini terasa lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan.

David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menjelaskan bahwa saat ini pasar emas sedang memasuki fase konsolidasi.

"Bangkitnya dolar memberikan tekanan nyata pada emas setelah aset ini mencapai rekor tertingginya," ungkapnya.

Sebagai catatan, emas sempat mencapai puncak sejarah di level US$ 5.594,82 per ons pada akhir Januari lalu sebelum akhirnya mengalami koreksi tajam.

Fokus pasar saat ini tidak hanya tertuju pada angka ekonomi, tetapi juga pada dinamika politik luar negeri yang melibatkan Presiden Donald Trump. Terdapat dua agenda besar yang dicermati investor:

Rencana Dialog AS-Iran: Pertemuan yang dijadwalkan pada hari Jumat ini diharapkan memberikan kepastian terkait stabilitas di Timur Tengah.

baca juga

Hubungan AS-China: Presiden Trump telah melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Xi Jinping sebagai persiapan kunjungan ke China pada April mendatang. Diplomasi ini terjadi di tengah konsolidasi antara China dan Rusia.

Ketidakpastian ekonomi AS turut membayangi pergerakan harga. Laporan tenaga kerja versi ADP menunjukkan pertumbuhan sektor swasta Januari hanya di angka 22.000, jauh di bawah prediksi pasar sebesar 48.000.

Kondisi ini diperumit dengan tertundanya rilis laporan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) hingga 11 Februari akibat dampak government shutdown yang baru saja berakhir.

Namun, di balik fluktuasi jangka pendek, prospek emas jangka panjang dinilai tetap cerah. Berikut beberapa poin optimisme pasar:

Pemangkasan Suku Bunga: Investor memproyeksikan setidaknya dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026. Suku bunga rendah biasanya membuat emas lebih menarik karena biaya peluang (opportunity cost) memegang aset tanpa bunga menjadi lebih kecil.

Target Goldman Sachs: Bank investasi raksasa Goldman Sachs tetap mempertahankan target harga emas di level US$ 5.400 per ons hingga Desember 2026.

Harga Perak, Platinum dan Palladium

Berbeda dengan emas yang tertekan, beberapa logam mulia lainnya justru mencatatkan performa positif pada perdagangan yang sama:

Perak: Menguat 1,3% ke level US$ 86,08 per ons.

Platinum: Naik 0,6% ke level US$ 2.221,76 per ons.

Palladium: Melonjak 1,3% ke harga US$ 1.756,18 per ons.

Di pasar domestik, harga emas Antam justru mencatatkan lonjakan signifikan sebesar Rp27.000, membuat harganya bertengger di angka Rp2.973.000 per gram pada Rabu malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkas Dilimpahkan, Jaksa Tahan WN China Tersangka Pencurian Listrik Tambang Emas Ilegal

Berkas Dilimpahkan, Jaksa Tahan WN China Tersangka Pencurian Listrik Tambang Emas Ilegal

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:04 WIB

Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram

Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Turun Lagi Hari Ini, Terkoreksi Masif di Pegadaian

Harga Emas Turun Lagi Hari Ini, Terkoreksi Masif di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 07:04 WIB

Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun

Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun

News | Senin, 02 Februari 2026 | 21:24 WIB

PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH

PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 20:33 WIB

Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya

Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 18:19 WIB

Terkini

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:26 WIB

Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!

Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung

Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten

Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:22 WIB

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:06 WIB

×