Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:06 WIB
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
Warga beraktivitas di kawasan Jalan Kebon Melati, Jakarta, Sabtu (6/1).
baca 10 detik
  • BPS catat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2025 tercatat sebanyak 23,36 juta orang.
  • Secara persentase, tingkat kemiskinan nasional pada September 2025 tercatat sebesar 8,25 persen.
  • Jumlah penduduk miskin terlihat terkonsentrasi di Pulau Jawa, di mana 12,32 juta orang miskin berada di Pulau Jawa.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan di Indonesia kembali mengalami penurunan pada September 2025. Penurunan tersebut terjadi baik dari sisi jumlah penduduk miskin maupun persentasenya terhadap total penduduk.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2025 tercatat sebanyak 23,36 juta orang.

“Pada September 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 23,36 juta orang atau turun sebesar 490 ribu orang dibandingkan dengan Maret 2025,” ujar Amalia di Gedung BPS RI, Jumat (5/2/2026).

Secara persentase, tingkat kemiskinan nasional pada September 2025 tercatat sebesar 8,25 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kondisi pada Maret 2025.

“Maka tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 8,25 persen atau turun sebesar 0,22 persen basis poin dibandingkan dengan Maret 2025,” kata Amalia.

BPS mencatat tren penurunan kemiskinan tersebut berlangsung secara konsisten dalam beberapa periode terakhir. Sejak Maret 2023 hingga September 2025, jumlah dan tingkat kemiskinan menunjukkan tren menurun.

“Berdasarkan tren pada grafik yang Bapak Ibu lihat pada layar, sejak Maret 2023 sampai dengan September 2025, jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan,” ujarnya.

Jika dirinci menurut wilayah, penurunan tingkat kemiskinan terjadi baik di perkotaan maupun di pedesaan. Namun, tingkat kemiskinan di pedesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan.“Pada September 2025, tingkat kemiskinan perkotaan sebesar 6,6 persen,” ucap Amalia.

Sementara itu, tingkat kemiskinan di wilayah pedesaan tercatat berada di level dua digit, meski juga mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

baca juga

“Sementara itu, tingkat kemiskinan pedesaan sebesar 10,72 persen,” ujarnya.

Amalia menjelaskan bahwa penurunan tingkat kemiskinan terjadi di seluruh wilayah Indonesia jika dibandingkan dengan Maret 2025. Penurunan terdalam tercatat di kawasan Maluku dan Papua.

“Jika dibandingkan Maret 2025, penurunan tingkat kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia,” katanya.

“Penurunan paling dalam terjadi di wilayah Maluku dan Papua, di mana di wilayah ini turun 0,68 persen basis poin,” lanjut Amalia.

BPS juga mencatat sebaran penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Lebih dari separuh penduduk miskin nasional berada di wilayah tersebut.

“Jumlah penduduk miskin terlihat terkonsentrasi di Pulau Jawa, di mana 12,32 juta orang miskin berada di Pulau Jawa atau sekitar 52,75 persen dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia,” ujarnya.

Sebaliknya, jumlah penduduk miskin paling sedikit tercatat berada di Pulau Kalimantan.

“Jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 880 ribu orang,” ucap Amalia.

Selain tingkat kemiskinan, BPS juga mencatat perkembangan garis kemiskinan nasional. Pada September 2025, garis kemiskinan mengalami peningkatan dibandingkan Maret 2025.

“Nilai Garis Kemiskinan September 2025 mengalami peningkatan 5,30 persen dari Maret 2025,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, BPS menilai pengukuran kemiskinan perlu dilihat dalam konteks rumah tangga, bukan hanya individu.

“Pada September 2025, secara rata-rata, satu rumah tangga miskin di Indonesia terdapat 4,76 anggota keluarga,” kata Amalia.

“Sehingga Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin adalah sebesar Rp3.053.269 per bulan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya

BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 16:21 WIB

Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang

Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:03 WIB

BPS Sebut Investasi Tumbuh Dua Digit di 2025, Ini Penyebabnya

BPS Sebut Investasi Tumbuh Dua Digit di 2025, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB