Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026

Achmad Fauzi

Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:56 WIB
BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026
BTN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sektor perumahan sebagai motor utama perekonomian nasional (Dok: BTN)
baca 10 detik
  • BTN menargetkan pembiayaan 20.000 unit rumah rendah emisi tahun ini, bertumbuh hingga 200.000 unit pada 2030.
  • BTN mendukung ekosistem hijau melalui kemitraan dengan startup daur ulang sampah plastik untuk material bangunan.
  • Program insentif pembiayaan dan program konversi sampah menjadi pengurang cicilan KPR diluncurkan.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik pembiayaan 20.000 unit rumah rendah emisi, sebelum meningkatkan skala pengembangannya hingga 200.000 unit pada 2030.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menerapkan praktik perbankan ramah lingkungan (green banking) sekaligus mendukung agenda pengurangan emisi karbon nasional.

"Harapannya, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai tahun 2029, harapannya kita ingin membangun 150.000 unit dan sampai 2030 kita harap 200.000," ujar Setiyo seperti dikutip, Jumat (6/2/2026).

Rumah KPR subsidi. (Dok: BTN)
Rumah KPR subsidi. (Dok: BTN)

Hingga akhir 2025, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan 11.000 rumah rendah emisi yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Legok di Banten, Cileungsi Kabupaten Bogor, Medan, Semarang, Cirebon, hingga Bekasi.

Program ini pertama kali diluncurkan pada kuartal IV-2024 dengan target awal 1.000 unit rumah dan berhasil tercapai dalam waktu tiga bulan.

Setiyo menjelaskan, program rumah rendah emisi BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem industri hijau.

BTN menggandeng sejumlah startup yang memproduksi material bangunan ramah lingkungan berbahan dasar sampah plastik, seperti Rebrick, Plustik, dan Green Brick.

"Setiap produsen memiliki produk yang berbeda-beda namun mereka saling melengkapi. Dengan rumah rendah emisi ini justru kita menciptakan beberapa startup baru di bidang recycle plastik. Kami sedang mencari pengusaha di setiap pulau karena bisnis ini inklusif, jadi siapa saja bisa terlibat. Saat ini angkanya baru 11.000 (rumah rendah emisi), kalau mau mencapai jutaan tentunya perlu dukungan lebih banyak startup," kata Setiyo.

Untuk memperluas jangkauan program, BTN juga terus mendorong partisipasi developer dengan menyiapkan berbagai insentif pembiayaan. Salah satunya melalui penurunan suku bunga kredit bagi developer rumah rendah emisi yang ke depan akan distandarisasi dalam satu paket menarik.

baca juga

"Bunga untuk developer rumah rendah emisi juga sudah diturunkan. Nanti akan kami standarisasi, misalnya suku bunganya bisa turun 25 basis poin. Jadi macam-macam insentifnya," ungkap Setiyo.

Selain menyasar developer, BTN turut melibatkan masyarakat melalui program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” yang memungkinkan debitur KPR mengonversi sampah rumah tangga menjadi tabungan untuk mengurangi cicilan KPR.

"Setelah dihitung-hitung, dengan mengikuti program ini bisa mengurangi cicilan KPR sekitar 10-15% per bulannya atau sekitar Rp100.000-150.000, ini lumayan sekali untuk memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga yang terlibat," beber Setiyo.

Komitmen keberlanjutan BTN juga mendapat pengakuan internasional, salah satunya dari Ratu Belanda Queen Maxima saat kunjungannya ke Indonesia pada November 2025. Pengakuan tersebut sejalan dengan capaian BTN yang meraih ESG Rating AA dari MSCI pada 2025.

Ke depan, BTN menargetkan porsi pembiayaan berkelanjutan atau ESG mencapai 60 persen dari total portofolio kredit pada 2026, naik dari sekitar 52 persen saat ini, termasuk pembiayaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari aspek sosial dalam ESG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Askrindo Akselerasi Transformasi Bisnis dan Digital Demi Perkuat Ekosistem UMKM

Askrindo Akselerasi Transformasi Bisnis dan Digital Demi Perkuat Ekosistem UMKM

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 11:09 WIB

BSI Gelontorkan Pembiayaan Rp 51,78 T ke UMKM Hingga November 2025

BSI Gelontorkan Pembiayaan Rp 51,78 T ke UMKM Hingga November 2025

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 15:06 WIB

Danamon Bakal Kembangkan Solusi Pembiayaan Kredit Karbon Berbasis Alam

Danamon Bakal Kembangkan Solusi Pembiayaan Kredit Karbon Berbasis Alam

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 18:53 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB