Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Danamon Bakal Kembangkan Solusi Pembiayaan Kredit Karbon Berbasis Alam

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 14 Januari 2026 | 18:53 WIB
Danamon Bakal Kembangkan Solusi Pembiayaan Kredit Karbon Berbasis Alam
Kantor Pusat Bank Danamon di Kuninga, Jakarta Selatan. [Suara.com/Adhitya Himawan]
  • Danamon & Fairatmos kerja sama akselerasi ekonomi hijau dan restorasi ekosistem Asia Tenggara.
  • Danamon jadi pionir penyedia solusi pembiayaan kredit karbon untuk sektor kehutanan.
  • Sinergi ini dukung target Danamon capai Net Zero Emissions operasional pada tahun 2030.

Suara.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Udara Untuk Semua (Fairatmos) untuk mengakselerasi restorasi ekosistem dan ekonomi hijau di Asia Tenggara.

Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Menara Bank Danamon, Jakarta, pada Selasa (13/1/2025).

Kolaborasi ini menandai langkah ambisius Danamon dalam menghadirkan solusi pembiayaan berkelanjutan, khususnya pada Nature-Based Solutions (NbS).

Dalam sinergi ini, Fairatmos akan menyediakan kapabilitas teknologi dan jaringan pembeli internasional, sementara Danamon berperan sebagai penyedia layanan keuangan bagi pengelola hutan serta pembeli kredit karbon.

Herry Hykmanto, Direktur Syariah & Sustainability Finance Danamon, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata komitmen bank terhadap transisi ekonomi hijau.

“Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa sektor keuangan dapat berperan aktif dalam transisi menuju ekonomi hijau, menghadirkan solusi inovatif yang menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan masyarakat,” ujar Herry.

Senada dengan hal tersebut, CEO Fairatmos, Natalia Rialucky, menyebut Danamon sebagai institusi keuangan pertama di Indonesia yang berani melangkah sebagai pionir dalam fasilitas pembiayaan kredit karbon untuk sektor kehutanan. Dengan dukungan lebih dari 500 pemilik aset di Asia Tenggara, kolaborasi ini diharapkan menjadi blueprint global bagi pembiayaan berbasis alam.

Kemitraan ini mencakup spektrum luas, mulai dari pengembangan pembiayaan proyek karbon berbasis alam, perhitungan emisi yang akurat menggunakan teknologi Fairatmos dan penerbitan dan perdagangan kredit karbon di pasar internasional.

Inisiatif ini sejalan dengan target Danamon untuk mencapai Net Zero Emissions operasional pada tahun 2030 dan portofolio pembiayaan pada tahun 2050. Melalui kolaborasi ini, Danamon dan Fairatmos berharap dapat menginspirasi pelaku industri lain untuk bersama-sama menciptakan masa depan bumi yang lebih berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insentif Fiskal Jadi Motor Ekonomi 2026, Sektor Properti Ikut Tawarkan Bebas PPN

Insentif Fiskal Jadi Motor Ekonomi 2026, Sektor Properti Ikut Tawarkan Bebas PPN

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 13:30 WIB

24 Pinjol Terjerat Kredit Macet

24 Pinjol Terjerat Kredit Macet

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:26 WIB

Sisi Gelap Buy Now Pay Later: Jebakan Psikologis dan Ancaman SLIK OJK

Sisi Gelap Buy Now Pay Later: Jebakan Psikologis dan Ancaman SLIK OJK

Your Say | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB