Terkuak! Prabowo yang Minta Mundur Bos OJK dan BEI Gegara Kasus MSCI

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 11 Februari 2026 | 17:04 WIB
Terkuak! Prabowo yang Minta Mundur Bos OJK dan BEI Gegara Kasus MSCI
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan meradang setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menangguhkan peringkat Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ist.
  • MSCI tangguhkan rating BEI, Presiden minta petinggi pasar modal mundur.
  • Indonesia terancam turun ke frontier market akibat empat surat MSCI.
  • Hashim tegaskan pengawasan ketat demi jaga kredibilitas di mata investor.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan meradang setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menangguhkan peringkat Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketidaktransparanan kepemilikan saham menjadi pemicu utama yang mengancam posisi Indonesia turun kelas menjadi frontier market.

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan kemarahan Presiden bukan tanpa alasan. Surat dari MSCI tersebut telah memicu kepanikan pasar hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh trading halt.

"Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ujar Hashim di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Hashim membeberkan bahwa MSCI telah melayangkan empat surat resmi kepada pemerintah. Isinya sangat menohok: mempertanyakan transparansi dan kredibilitas pasar modal tanah air.

"Dan ada alasannya. Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia," tuturnya.

Kondisi ini dianggap Prabowo sebagai pukulan telak bagi citra ekonomi nasional. Menurut Hashim, Presiden sangat menggarisbawahi pentingnya kepercayaan investor global. Tanpa transparansi, kredibilitas BEI akan hancur di mata dunia.

Menanggapi situasi genting ini, Hashim menyebut pemerintah telah menerima keluhan langsung dari para investor kakap. Mereka mendesak adanya pembenahan total di tubuh otoritas pasar modal.

"Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita," tambah Hashim.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga kehormatan Republik Indonesia di sektor finansial. Pengawasan ketat akan diberlakukan guna memastikan tidak ada lagi praktik yang merugikan investor.

"Dan itu akan diteliti dengan cermat, dan akan ada banyak pengawasan untuk memastikan bahwa investor (terlindungi)," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Lagi Gacor Ditutup Naik 1,96%, 570 Saham Meroket

IHSG Lagi Gacor Ditutup Naik 1,96%, 570 Saham Meroket

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 17:00 WIB

Duit Nganggur Rp2.400 Triliun di Bank, OJK: Bisnis Masih Lesu, Butuh Indonesia Incorporated

Duit Nganggur Rp2.400 Triliun di Bank, OJK: Bisnis Masih Lesu, Butuh Indonesia Incorporated

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 16:31 WIB

Membaca Radar Hashim: Siapa Pejabat di Kabinet yang Terancam Dicopot?

Membaca Radar Hashim: Siapa Pejabat di Kabinet yang Terancam Dicopot?

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 16:19 WIB

Terkini

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:52 WIB

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:40 WIB

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:03 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:28 WIB

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:59 WIB

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:30 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang  Gilimanuk

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:14 WIB