- Harga emas Antam 1 gram pada Kamis, 12 Februari 2026, adalah Rp 2.947.000, stagnan dari hari sebelumnya.
- Harga buyback emas Antam juga tercatat stabil di level Rp 2.741.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.
- Emas dunia naik di perdagangan Asia didorong ketidakpastian geopolitik AS-Iran, meski data tenaga kerja AS kuat.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 12 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.947.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu stagnan atau sama dibandingkan hari Rabu, 11 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.741.000 per gram.
Harga buyback itu juga tak bergerak dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
![Pramuniaga menunjukan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU/pri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/10/91437-harga-emas-antam.jpg)
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.523.500
- Emas 1 Gram Rp 2.947.000
- Emas 2 gram Rp 5.834.000
- Emas 3 gram Rp 8.726.000
- Emas 5 gram Rp 14.510.000
- Emas 10 gram Rp 28.965.000
- Emas 25 gram Rp 72.287.000
- Emas 50 gram Rp 144.495.000
- Emas 100 gram Rp 288.912.000
- Emas 250 gram Rp 722.015.000
- Emas 500 gram Rp 1.443.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.887.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Emas Dunia Melonjak
Harga emas dunia kembali bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Asia, Kamis. Mengutip FXStreet, emas spot (XAU/USD) diperdagangkan mendekati level USD 5.060 per troy ounce.
Penguatan logam mulia ini terjadi meskipun data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) dirilis lebih kuat dari perkiraan pasar. Investor kini mengalihkan perhatian pada rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan keluar pada Jumat mendatang.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis
Kenaikan harga emas didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, khususnya ketegangan antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menegaskan akan tetap melanjutkan pembicaraan dengan Iran saat bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Namun, ia juga memperingatkan kemungkinan tindakan terhadap Teheran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai.
Di sisi lain, data tenaga kerja AS menunjukkan perbaikan yang cukup solid. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Nonfarm Payrolls (NFP) Januari naik 130.000, melampaui konsensus pasar sebesar 70.000. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan Desember yang tercatat 48.000 setelah revisi.
Tingkat pengangguran pun turun tipis menjadi 4,3 persen pada Januari dari 4,4 persen pada Desember, lebih baik dari ekspektasi yang memperkirakan tetap di 4,4 persen.
Laporan tenaga kerja yang kuat ini sempat memberikan dukungan bagi dolar AS (USD). Penguatan dolar biasanya menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, termasuk emas. Namun, sentimen geopolitik tampaknya masih menjadi penopang utama pergerakan logam kuning.
Presiden Federal Reserve (The Fed) Kansas City, Jeff Schmid, mengatakan bank sentral perlu mempertahankan suku bunga pada level ketat guna memastikan inflasi terus terkendali. Ia juga menilai belum banyak tanda perlambatan signifikan dalam data ekonomi.
Pelaku pasar kini menanti data CPI AS yang diperkirakan menunjukkan inflasi utama dan inti naik 2,5 persen secara tahunan (YoY) pada Januari. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda melandai, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada pertengahan tahun bisa berkurang.