- Luhut usul pejabat muda OJK-BEI ke Prabowo demi kredibilitas pasar modal.
- Reformasi pasar modal bidik target dana masuk 9 kali lipat seperti India.
- DEN siapkan struktur pejabat baru yang transparan dan anti-intervensi.
Suara.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mulai bergerak melakukan "bersih-bersih" di sektor keuangan. Luhut mengungkapkan rencananya untuk mengusulkan struktur calon pejabat baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam mereformasi pasar modal tanah air. Luhut menegaskan, sosok yang dibutuhkan untuk memimpin lembaga krusial tersebut bukan sekadar figur populer, melainkan anak muda yang memiliki integritas tinggi.
"Saya juga berpikir, usulan saya mungkin nanti saya akan lapor ke Bapak Presiden, cari saja anak muda. Kenapa musti orang-orang terkenal? Cari anak muda yang punya pengalaman, yang punya kredibilitas, untuk menjadi misalnya di OJK, pasar modal, yang tidak bisa diintervensi siapa-siapa," ujar Luhut saat ditemui di Kantor DEN, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Luhut menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan kajian mendalam di berbagai tempat untuk menyusun formula struktur yang ideal. Ia meyakini, usulan ini akan selaras dengan visi Presiden Prabowo yang mengedepankan transparansi dan kepentingan nasional.
Menurutnya, Presiden Prabowo sangat berkomitmen pada reformasi pasar modal. Ia pun merujuk pada keberhasilan India yang mampu menarik arus modal masuk (inflow) hingga sembilan kali lipat lebih besar dibanding modal keluar (outflow) setelah melakukan reformasi serupa.
"Nanti kami sore ketemu Bapak Presiden, kami akan sampaikan. Karena pengalaman India, begitu mereka melakukan reformasi dengan baik, membangun kredibilitas bagus, uang yang masuk itu 9 kali lebih besar dari dana yang keluar. Kita juga berharap itu terjadi di Indonesia," tegasnya.
Luhut berharap, dengan menempatkan sosok yang "anti-intervensi" di OJK dan BEI, kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia akan meningkat drastis, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Prabowo.