Kimia Farma dan Pfizer Genjot Vaksinasi Pneumonia

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:45 WIB
Kimia Farma dan Pfizer Genjot Vaksinasi Pneumonia
Ilustrasi vaksin. Foto ist.
baca 10 detik
  • Kimia Farma & Pfizer kerja sama perkuat akses vaksin pneumonia nasional.
  • Vaksinasi sasar bayi, dewasa, hingga jemaah haji demi tekan angka kematian.
  • Sinergi ini edukasi nakes soal manfaat kesehatan dan ekonomi vaksinasi.

Suara.com - PT Kimia Farma Diagnostika (Kimia Farma Laboratorium & Klinik) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Pfizer Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperkuat program vaksinasi nasional, dengan fokus utama pada perluasan akses dan edukasi vaksin pneumonia bagi masyarakat luas.

Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika, Arie Genipa Suhendi, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih modern dan berbasis sains. Selain menyasar bayi dan orang dewasa, program ini juga diprioritaskan bagi jamaah haji dan umrah.

“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat program vaksinasi nasional dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” ujar Arie dalam keterangannya yang dikutip Jumat (13/2/2026).

Pneumonia hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan angka hospitalisasi yang tinggi di Indonesia. Meski belum dikategorikan sebagai vaksin wajib oleh pemerintah, vaksinasi pneumonia dianggap krusial untuk menekan risiko infeksi, terutama bagi jamaah yang melakukan perjalanan ibadah ke tanah suci.

Melalui jaringan klinik Kimia Farma yang tersebar luas, masyarakat diharapkan lebih mudah mendapatkan akses vaksin ini demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Tak hanya soal distribusi, kerja sama ini juga mencakup aspek literasi kesehatan. Keduanya menggelar seminar ilmiah yang melibatkan tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan.

Agenda ini bertujuan membedah manfaat vaksinasi pneumonia, tidak hanya dari sisi medis untuk perlindungan tubuh, tetapi juga dampak positifnya terhadap efisiensi ekonomi keluarga dengan mencegah biaya pengobatan yang membengkak akibat infeksi berat.

Sinergi antara anak usaha emiten farmasi plat merah KAEF dengan perusahaan biofarmasi global ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengacara Sebut Tuntutan Kerry Riza Cs Alarm Bahaya untuk Direksi BUMN dan Anak Muda?

Pengacara Sebut Tuntutan Kerry Riza Cs Alarm Bahaya untuk Direksi BUMN dan Anak Muda?

News | Sabtu, 14 Februari 2026 | 05:00 WIB

Link Mudik Gratis BUMN 2026, Ini Syarat Pendaftaran yang Perlu Kamu Siapkan

Link Mudik Gratis BUMN 2026, Ini Syarat Pendaftaran yang Perlu Kamu Siapkan

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:35 WIB

Luhut Mau BUMN Berbasis AI, Bisa Hemat Biaya Hingga 30 Persen

Luhut Mau BUMN Berbasis AI, Bisa Hemat Biaya Hingga 30 Persen

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:52 WIB

Terkini

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

×