Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 15 Februari 2026 | 11:30 WIB
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
PT Hillcon Tbk (HILL) [Suara.com]
  • Anak usaha PT Hillcon Tbk, PT Hillconjaya Sakti, digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang oleh PT Tri Nusantara Petromine.
  • Harga saham HILL anjlok hingga batas ARB pada 13 Februari 2026, mencerminkan penurunan 57,45% dalam sebulan terakhir.
  • Pemegang saham pengendali menjual 1,85 juta lembar saham pada 12 Februari 2026, meski operasional perusahaan berjalan normal.

Suara.com - PT Hillcon Tbk (HILL). Melalui keterbukaan informasi resmi, manajemen mengungkapkan bahwa salah satu entitas anak usahanya, PT Hillconjaya Sakti, kini tengah menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di pengadilan.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh PT Tri Nusantara Petromine dengan nomor perkara 26/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Jkt.Pst. Panggilan sidang pertama dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dijadwalkan telah diterima pada 10 Februari 2026.

Merespons kabar negatif tersebut, harga saham HILL mengalami tekanan jual yang sangat masif. Pada perdagangan Jumat (13/2/2026), saham HILL anjlok 13,98% hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) di harga Rp80 per lembar.

Kondisi ini merupakan kelanjutan dari tren negatif hari sebelumnya, di mana pada Kamis (12/2/2026), saham HILL juga longsor 14,68% dan berakhir di posisi ARB.

Akumulasi penurunan dalam satu bulan terakhir telah mencapai angka yang mengkhawatirkan sebesar 57,45%, sementara jika ditarik dalam satu tahun terakhir, saham ini telah "nyungsep" hingga 80,95%.

Antrean jual di harga dasar Rp80 terpantau membeludak hingga mencapai 890 ribu lot pada penutupan pasar akhir pekan, menandakan minimnya minat beli di tengah sentimen hukum yang membayangi anak usaha perseroan.

Pengendali Terus Melepas Kepemilikan

Di tengah kemerosotan harga, pemegang saham pengendali, PT Hillcon Equity Management, terpantau aktif melepas kepemilikan saham mereka.

Berdasarkan laporan tertanggal 12 Februari 2026, pengendali telah menjual sebanyak 1.853.500 lembar saham HILL pada harga rata-rata Rp140. Aksi jual ini membuat kepemilikan Hillcon Equity Management menyusut menjadi 41,41%.

Meski kondisi pasar bergejolak, Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu, memastikan bahwa operasional perusahaan secara umum masih berjalan normal.

"Hingga saat ini kegiatan operasional perseroan masih berjalan," tegasnya dalam laporan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia.

Profil PT Hillcon Tbk (HILL): Dari IPO Hingga Struktur Keluarga

PT Hillcon Tbk merupakan perusahaan holding yang fokus pada jasa kontraktor pertambangan batubara dan nikel.

Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1 Maret 2023 dengan harga IPO sebesar Rp1.250 per saham—angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini yang tinggal Rp80.

Berikut adalah rincian profil perusahaan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI

BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:46 WIB

Tekanan Jual Investor Bikin IHSG Ambruk Lagi, 429 Saham Kebakaran

Tekanan Jual Investor Bikin IHSG Ambruk Lagi, 429 Saham Kebakaran

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:09 WIB

Saham DEWA Meroket Usai Langkah Strategis Portofolio, Ini Target Harganya

Saham DEWA Meroket Usai Langkah Strategis Portofolio, Ini Target Harganya

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:34 WIB

Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI

Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:04 WIB

Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?

Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:59 WIB

Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden

Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:39 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB