Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Benarkah Perusahaan Asal Israel?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 15 Februari 2026 | 19:24 WIB
Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Benarkah Perusahaan Asal Israel?
Ilustrasi: Energi panas bumi. (Shutterstock)
  • PT Ormat Geothermal Indonesia, afiliasi Ormat Technologies dari AS, berkomitmen investasi US$1 miliar hingga 2030 untuk energi panas bumi nasional.
  • Perusahaan yang hadir sejak 2015 ini terlibat proyek panas bumi Ijen dan memenangkan tender WKP Telaga Ranu pada Januari 2026.
  • Ormat Technologies memiliki akar historis dan keterikatan struktural mendalam dengan Israel, memicu perdebatan kebijakan di Indonesia.

Suara.com - Nama PT Ormat Geothermal Indonesia kini tengah menjadi pusat perhatian di sektor energi nasional.

Perusahaan ini merupakan kepanjangan tangan dari Ormat Technologies, Inc., sebuah korporasi energi terbarukan global yang bermarkas di Amerika Serikat, namun memiliki sejarah panjang dan keterikatan struktural yang mendalam dengan Israel.

Di Indonesia, Ormat memposisikan dirinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengejar target Net Zero Emission 2060.

Melalui teknologi biner yang menjadi keunggulannya, perusahaan ini berkomitmen menyuntikkan investasi hingga US$1 miliar (sekitar Rp16,2 triliun) hingga tahun 2030 mendatang.

Hadir sejak tahun 2015, Ormat telah mengamankan posisi penting dalam peta panas bumi Indonesia. Berikut adalah beberapa jejak operasional mereka:

  • Proyek Strategis: Memiliki andil besar dalam pengembangan fasilitas panas bumi Ijen di Jawa Timur.
  • Penyedia Teknologi: Menjadi pemasok utama peralatan dan keahlian teknis untuk berbagai lapangan panas bumi besar, termasuk wilayah Salak.
  • Konsesi Terbaru 2026: Pada 8 Januari 2026, melalui Keputusan Menteri ESDM No. 8.K/EK.04/MEM.E/2026, perusahaan ini resmi memenangkan tender Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Halmahera Barat, Maluku Utara.

Meskipun secara administratif PT Ormat Geothermal Indonesia adalah anak perusahaan dari entitas Amerika Serikat, identitas korporasinya tidak dapat dilepaskan dari ekosistem industri Israel.

Pasalnya, sang induk usaha, Ormat Technologies didirikan pada tahun 1965 di Yavne, Israel, oleh pasangan insinyur Lucien dan Yehudit Bronicki.

Hingga saat ini, perusahaan masih mempertahankan fasilitas manufaktur utama di Israel. Sahamnya pun tercatat secara ganda (dual listing) di bursa efek New York (NYSE) dan Tel Aviv (TASE).

Selain itu, pengembangan sistem panas bumi yang digunakan secara global, termasuk di Indonesia, dikembangkan melalui jaringan penelitian dan pasar energi di Israel.

Kemenangan Ormat dalam tender Telaga Ranu pada awal 2026 memicu perdebatan hangat, terutama terkait konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia.

"Beberapa kritikus menyoroti adanya kontradiksi antara dukungan politik Indonesia terhadap Palestina dengan pemberian konsesi energi besar kepada perusahaan yang secara struktural tertanam dalam sistem ekonomi Israel."

Selain isu geopolitik, proyek di Telaga Ranu juga menghadapi tantangan lokal. Para aktivis lingkungan dan masyarakat setempat menyuarakan kekhawatiran terkait:

  • Dampak Ekologis: Risiko gangguan pada pola air tanah dan ekosistem hutan akibat pengeboran eksplorasi.
  • Transparansi: Kritik mengenai minimnya konsultasi publik yang mendalam sebelum penetapan pemenang tender.
    Ketahanan Sosial: Potensi pembagian keuntungan yang tidak merata bagi komunitas lokal di Halmahera Barat.

Pengamat Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat bahkan menegaskan,"Selama puluhan tahun, Indonesia memosisikan diri sebagai pembela hak-hak Palestina yang konsisten. Menyetujui proyek yang terikat pada perusahaan dalam sistem ekonomi Israel secara langsung memotong identitas tersebut".

DISCLAIMER: Profil perusahaan ini disusun berdasarkan data keterbukaan informasi dan laporan resmi hingga Februari 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Buku Julid Fi Sabilillah: Strategi Warganet Indonesia Membongkar Propaganda Israel

Ulasan Buku Julid Fi Sabilillah: Strategi Warganet Indonesia Membongkar Propaganda Israel

Your Say | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:20 WIB

Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi

Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 20:18 WIB

SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun

SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:15 WIB

Isarel Gabung Board of Peace, Kemlu Jelaskan Sikap Indonesia

Isarel Gabung Board of Peace, Kemlu Jelaskan Sikap Indonesia

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:49 WIB

AS Siapkan Kirim Kapal Induk Kedua ke Wilayah Iran di Tengah Ancaman Perang

AS Siapkan Kirim Kapal Induk Kedua ke Wilayah Iran di Tengah Ancaman Perang

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 12:41 WIB

Zayn Malik Masuk Epstein Files, Disebut Jadi Selebriti Anti-Israel

Zayn Malik Masuk Epstein Files, Disebut Jadi Selebriti Anti-Israel

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:55 WIB

Terkini

Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi

Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:01 WIB

Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:56 WIB

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:34 WIB

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:32 WIB

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:27 WIB

Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya

Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:18 WIB

Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!

Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:12 WIB

Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?

Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:42 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP

LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:35 WIB

Punya 9,8 Juta Pengguna, Indodax Perkuat Literasi Kripto di Indonesia

Punya 9,8 Juta Pengguna, Indodax Perkuat Literasi Kripto di Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:31 WIB