Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 02 Februari 2026 | 14:28 WIB
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
Jeffrey Epstein [Suara.com/DOJ]
  • Dokumen DOJ mengungkap rencana Jeffrey Epstein tahun 2011 untuk mengakses miliaran dolar aset negara Libya yang dibekukan pasca-Gaddafi.
  • Epstein dan rekan-rekannya merencanakan pemulihan sekitar US$80 miliar dana Libya, melihatnya sebagai peluang finansial besar.
  • Rencana tersebut melibatkan diskusi dengan mantan agen MI6 dan Mossad untuk memfasilitasi pelacakan aset Libya tersebut.

Suara.com - Kaitan Jeffrey Epstein dengan jaringan elit global ternyata tidak hanya sebatas skandal seksual, tetapi juga merambah ke upaya penguasaan aset negara yang sedang dilanda konflik.

Dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada Jumat lalu mengungkap rencana ambisius Epstein untuk memburu miliaran dolar aset negara Libya yang sedang dibekukan secara internasional.

Berdasarkan surat elektronik (email) bertanggal Juli 2011 yang ditemukan dalam berkas penyelidikan, Epstein dan rekan-rekannya diketahui sedang merancang strategi untuk mengakses dana milik pemerintah Libya yang kala itu terjebak dalam ketidakpastian politik dan ekonomi pasca-jatuhnya rezim Muammar Gaddafi.

Dilansir via Anadolu Agency, korespondensi itu mengungkapkan adanya sekitar US$80 miliar (sekitar Rp1.250 triliun) dana Libya yang dibekukan di seluruh dunia, termasuk US$32,4 miliar yang berada di Amerika Serikat. 

Dalam korespondensi tersebut, terungkap bahwa pengirim email tersebut meyakini jumlah aset yang "dicuri atau disalahgunakan" dari Libya sebenarnya bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari angka resmi tersebut.

Rencana ini bukan tanpa alasan. Identifikasi dan pemulihan sebagian kecil saja dari dana tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan keuntungan senilai miliaran dolar.

Selain itu, email tersebut mencatat bahwa Libya akan membutuhkan setidaknya US$100 miliar untuk biaya rekonstruksi di masa depan, yang dilihat sebagai peluang bisnis raksasa bagi pihak-pihak yang terlibat sejak awal.

Mossad dan Israel

Hal yang paling mengejutkan dalam dokumen ini adalah keterlibatan mantan personel intelijen tingkat tinggi.

Pesan tersebut menyatakan bahwa diskusi telah dilakukan dengan sejumlah mantan anggota dinas intelijen luar negeri Inggris, MI6, serta agen rahasia Israel, Mossad.

Para mantan agen ini dilaporkan telah menyatakan kesediaan mereka untuk membantu upaya identifikasi dan pelacakan aset-aset yang dianggap "hilang" tersebut.

Kerja sama ini dirancang secara profesional, di mana beberapa firma hukum internasional juga diajak bekerja sama dengan sistem pembagian imbal hasil (contingency-fee basis).

Pihak Epstein menilai Libya sebagai "tambang emas" hukum dan finansial karena beberapa faktor strategis:

  • Cadangan Energi: Kekayaan minyak dan gas yang melimpah.
  • Tingkat Literasi: Populasi yang terdidik dianggap mempermudah inisiatif legal dan finansial.
  • Ketidakpastian Hukum: Situasi politik yang labil pasca-revolusi memberikan celah bagi pihak asing untuk masuk dalam proses pemulihan aset negara.

Keterlibatan Epstein dalam skema pelacakan aset negara ini menambah dimensi baru dalam kasusnya, yang menunjukkan pengaruhnya yang melampaui batas-batas hukum dan mencapai ranah intelijen serta keuangan global yang sangat sensitif.


DISCLAIMER: Informasi ini disusun berdasarkan dokumen yang dirilis secara resmi oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada awal tahun 2026 sebagai bagian dari penyelidikan berkelanjutan terhadap Jeffrey Epstein.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Lengkap Kasus Jeffrey Epstein, Seret Nama Pesohor Dunia

Kronologi Lengkap Kasus Jeffrey Epstein, Seret Nama Pesohor Dunia

Entertainment | Senin, 02 Februari 2026 | 12:26 WIB

Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional

Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional

News | Senin, 02 Februari 2026 | 11:55 WIB

Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret

Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret

News | Senin, 02 Februari 2026 | 11:45 WIB

Politisi Peter Mandelson Mundur Usai Foto Vulgar di Epstein Files Tersebar

Politisi Peter Mandelson Mundur Usai Foto Vulgar di Epstein Files Tersebar

News | Senin, 02 Februari 2026 | 10:46 WIB

Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza

Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:51 WIB

Nama Jay-Z Terseret Kasus Jeffrey Epstein, Beyonc Diduga Kehilangan Jutaan Pengikut Instagram

Nama Jay-Z Terseret Kasus Jeffrey Epstein, Beyonc Diduga Kehilangan Jutaan Pengikut Instagram

Entertainment | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:36 WIB

Terkini

Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income

Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:08 WIB

Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?

Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:58 WIB

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:05 WIB

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:29 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:12 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:05 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB