Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Waspada Modus Penipuan Meniru Petugas Pajak, Ini 6 Cirinya!

M Nurhadi

Senin, 16 Februari 2026 | 13:34 WIB
Waspada Modus Penipuan Meniru Petugas Pajak, Ini 6 Cirinya!
Sebagai Ilustrasi-Petugas melayani wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Pasar Minggu. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • DJP telah mengeluarkan peringatan resmi pada Minggu (15/2/2026) mengenai peningkatan penipuan yang menggunakan identitas pejabat pajak.
  • Penipu memanfaatkan isu sensitif seperti integrasi NIK-NPWP dan Coretax DJP untuk menipu wajib pajak.
  • Masyarakat wajib waspada terhadap modus seperti pengiriman berkas .APK dan tautan M-Pajak palsu melalui WA.

Suara.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia secara resmi mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat luas.

Hal ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus penipuan yang mencatut identitas pejabat maupun staf instansi perpajakan dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, menegaskan bahwa para pelaku kejahatan ini sering kali memanfaatkan momen transisi kebijakan perpajakan untuk menjerat korbannya.

“DJP mengingatkan kembali masyarakat untuk tetap waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai DJP,” tegas Inge melalui pengumuman resminya pada Minggu (15/2/2026).

Para pelaku penipuan terpantau sangat cerdik dalam memilih narasi untuk meyakinkan wajib pajak. Beberapa isu sensitif yang kerap digunakan sebagai kedok meliputi:

  • Proses integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Verifikasi dan konfirmasi data perpajakan tahunan.
  • Tahapan implementasi sistem aplikasi perpajakan terbaru, Coretax DJP.
  • Hingga berita bohong terkait mutasi atau promosi jabatan di lingkungan internal DJP.

Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan laporan yang diterima DJP, terdapat setidaknya enam pola kejahatan yang paling sering digunakan oleh para oknum. Masyarakat diminta jeli apabila menerima pesan melalui WhatsApp (WA) atau telepon dengan rincian berikut:

  1. Pengiriman Berkas .APK: Penipu mengirimkan pesan singkat dan meminta masyarakat mengunduh dokumen dengan format Android Package Kit (.apk) yang berisiko menyisipkan malware untuk mencuri data pribadi.
  2. Tautan M-Pajak Palsu: Pelaku mengirimkan link tidak resmi yang diklaim sebagai aplikasi M-Pajak untuk mengelabui pengguna agar memasukkan informasi sensitif.
  3. Tagihan Pajak Fiktif: Pesan yang meminta pelunasan tunggakan pajak secara langsung melalui aplikasi perpesanan.
  4. Klaim Restitusi (Pengembalian Pajak): Penipu menjanjikan proses pengembalian kelebihan bayar pajak yang harus diurus melalui instruksi di WhatsApp.
  5. Pembelian E-Meterai Melalui Tautan: Permintaan pembayaran meterai elektronik dengan mengarahkan korban ke situs palsu.
  6. Permintaan Transfer Telepon: Penipu menelepon langsung korban, mengaku sebagai pejabat pajak, dan meminta sejumlah uang dikirimkan ke rekening pribadi.

DJP mengimbau masyarakat untuk tidak mudah panik dan selalu melakukan konfirmasi melalui jalur komunikasi resmi pemerintah. Segala bentuk permintaan pembayaran atau validasi data yang mencurigakan dapat dicek kebenarannya melalui:

Kring Pajak: 1500200

baca juga

Email Resmi: [email protected]

Media Sosial X: @kring_pajak

Layanan Live Chat: Tersedia di situs www.pajak.go.id

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Terdekat

Selain jalur internal DJP, masyarakat juga didorong untuk melaporkan nomor telepon pelaku ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui portal https://aduannomor.id. Untuk konten atau aplikasi mencurigakan, laporan dapat dikirimkan ke https://aduankonten.id.

DJP juga sangat mendukung jika masyarakat membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melapor kepada Aparat Penegak Hukum (APH) demi keamanan bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks

Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 20:40 WIB

KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak

KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 11:35 WIB

Terpopuler: Pajak Kendaraan Jateng Meroket tapi Jogja Tetap, NMax Kini Lebih Murah dari Beat

Terpopuler: Pajak Kendaraan Jateng Meroket tapi Jogja Tetap, NMax Kini Lebih Murah dari Beat

Otomotif | Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:35 WIB

Pajak Kendaraan di Jawa Tengah Jadi Sorotan, Ini Simulasi Hitungan Opsen PKB untuk Toyota Avanza

Pajak Kendaraan di Jawa Tengah Jadi Sorotan, Ini Simulasi Hitungan Opsen PKB untuk Toyota Avanza

Otomotif | Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:10 WIB

Benarkah Pajak Kendaraan di Jawa Tengah Naik 66 Persen? Bapenda Jateng Beri Jawaban Tegas

Benarkah Pajak Kendaraan di Jawa Tengah Naik 66 Persen? Bapenda Jateng Beri Jawaban Tegas

Otomotif | Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:00 WIB

Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik

Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:12 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×