Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 16 Februari 2026 | 14:33 WIB
Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan
Harga emas yang terus naik membuat para pengusaha perhiasan menjerit karena naiknya harga bahan baku. [Antara]
  • Kenaikan harga emas global menekan industri perhiasan dalam negeri, menyebabkan biaya produksi meningkat dan daya beli masyarakat melemah.
  • Pemerintah mendorong penguatan ekosistem emas nasional melalui pengembangan bank bullion guna menjamin pasokan bahan baku industri.
  • Pelaku industri menyesuaikan strategi dengan mengubah desain dan kadar emas produk agar tetap terjangkau oleh konsumen.

Suara.com - Kenaikan harga emas dunia mulai menekan industri perhiasan dalam negeri. Pelaku usaha mengeluhkan daya beli masyarakat melemah sekaligus biaya produksi meningkat, sehingga memaksa industri melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Kementerian Perindustrian mengakui lonjakan harga emas global memengaruhi struktur biaya hingga pola konsumsi di sektor ini. Pemerintah pun mendorong penguatan ekosistem emas nasional agar industri perhiasan tetap kompetitif.

“Tantangan kenaikan harga emas global ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Meski pemerintah melihatnya sebagai momentum pembenahan ekosistem, pelaku industri justru merasakan tekanan langsung di lapangan. Dalam rapat pembahasan pengaruh harga bahan baku emas, perwakilan Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menyampaikan kenaikan harga emas berdampak pada penurunan daya beli konsumen.

“Pihak asosiasi juga menekankan bahwa industri perhiasan yang bersifat padat karya membutuhkan dukungan kebijakan yang kondusif agar tetap mampu menjaga keberlangsungan usaha dan tenaga kerja,” ungkap Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita.

Reni menjelaskan industri perhiasan nasional saat ini ditopang lebih dari 500 pelaku usaha dan sekitar 30.000 toko emas di seluruh Indonesia. Sepanjang Januari hingga November 2025, nilai ekspor industri ini bahkan mencapai USD 8,47 miliar.

Namun, kenaikan harga bahan baku memaksa pelaku industri menyesuaikan strategi produksi dan pemasaran.

“Pemerintah mencermati bahwa kenaikan harga emas berdampak pada penyesuaian strategi produksi dan pemasaran, termasuk perubahan desain, kadar, serta pola penjualan. Namun demikian, sektor ini dinilai tetap memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui inovasi desain, efisiensi produksi, dan perluasan pasar,” jelas Dirjen IKMA.

Di sisi kebijakan, asosiasi juga meminta penyempurnaan instrumen fiskal agar industri tetap kompetitif. Salah satunya melalui usulan pengenaan PPh final rendah pada transaksi di bank bullion, seperti perlakuan pada saham dan kripto.

Pelaku industri sendiri mulai beradaptasi dengan kondisi pasar. Produk yang dihasilkan kini cenderung lebih ringan, kadar emas lebih rendah, serta desain dibuat lebih variatif agar tetap terjangkau konsumen.

Menanggapi kondisi tersebut, Kemenperin melalui Ditjen IKMA menyatakan akan memperkuat integrasi sistem emas nasional melalui pengembangan bank bullion. Pemerintah menilai sistem ini dapat memperbaiki likuiditas sekaligus menjamin pasokan bahan baku bagi industri.

“Jika peredaran emas masuk ke dalam sistem bullion yang terstruktur, maka mekanismenya akan menyerupai sistem perbankan, dan industri perhiasan terjamin bahan bakunya dari sana. Ini akan memperkuat transparansi, meningkatkan kepercayaan pasar, dan pada akhirnya memperbesar kontribusi sektor emas terhadap perekonomian nasional,” ucap Reni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas 16 Februari 2026 di Pegadaian, Jelang Ramadan Makin Stabil

Harga Emas 16 Februari 2026 di Pegadaian, Jelang Ramadan Makin Stabil

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 11:22 WIB

Harga Emas Antam Turun di Libur Panjang, 1 Gram Dipatok Rp 2,94 Juta

Harga Emas Antam Turun di Libur Panjang, 1 Gram Dipatok Rp 2,94 Juta

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 09:31 WIB

Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?

Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 11:09 WIB

Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Kompak Meroket di Pegadaian

Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Kompak Meroket di Pegadaian

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 08:04 WIB

Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis

Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 07:33 WIB

Terkini

Pemerintah Mau Kasih Insentif Kendaraan Listrik, Tapi Ada Syaratnya

Pemerintah Mau Kasih Insentif Kendaraan Listrik, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 14:20 WIB

Rupiah Keok Tembus Rp17.301, Airlangga: Ini Gejolak Global!

Rupiah Keok Tembus Rp17.301, Airlangga: Ini Gejolak Global!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 14:10 WIB

PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta

PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 14:01 WIB

Jika PPN Jalan Tol Berlaku, Jusuf Hamka Akui Akan Ada Kenaikan Tarif

Jika PPN Jalan Tol Berlaku, Jusuf Hamka Akui Akan Ada Kenaikan Tarif

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:34 WIB

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:26 WIB

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:29 WIB

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:20 WIB

Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026

Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:14 WIB

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:55 WIB