Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, BI Bilang Begini

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:27 WIB
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, BI Bilang Begini
Petugas menata tumpukkan uang di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (17/1).
  • ULN Indonesia naik jadi 431,7 miliar dolar AS (Rp7.282 T) per triwulan IV-2025.
  • Utang pemerintah naik dipicu aliran modal asing ke SBN, dialokasikan untuk sektor sosial.
  • Rasio utang terhadap PDB tetap sehat di level 29,9%, didominasi tenor jangka panjang.

Suara.com - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali mencatatkan kenaikan pada penghujung tahun 2025. Bank Indonesia (BI) melaporkan, ULN Indonesia pada triwulan IV-2025 bertengger di angka 431,7 miliar dolar AS atau setara dengan Rp7.282 triliun.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan posisi pada triwulan III-2025 yang tercatat sebesar 427,6 miliar dolar AS. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengungkapkan bahwa lonjakan ini utamanya dipicu oleh penarikan utang di sektor publik.

"Perkembangan posisi ULN triwulan IV-2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik," ujar Ramdan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Secara rinci, ULN pemerintah pada triwulan IV-2025 mencapai 214,3 miliar dolar AS, naik dari triwulan sebelumnya yang sebesar 210,1 miliar dolar AS. Ramdan menyebut, kenaikan ini terjadi seiring derasnya aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

Hal ini, lanjut dia, membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap kokoh, meski pasar keuangan global sedang dibayangi ketidakpastian.

"Sebagai instrumen pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal," tegasnya.

Adapun alokasi ULN pemerintah difokuskan pada sektor produktif, di antaranya:

  • Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial: 22,1%
  • Administrasi Pemerintah & Pertahanan: 19,8%
  • Jasa Pendidikan: 16,2%
  • Konstruksi: 11,7%
  • Transportasi & Pergudangan: 8,6%

Menariknya, 99,99% dari total utang pemerintah merupakan utang jangka panjang, yang secara teori lebih minim risiko gagal bayar dalam jangka pendek.

Berbanding terbalik dengan sektor publik, ULN swasta justru mengalami penurunan. Pada triwulan IV-2025, ULN swasta tercatat sebesar 192,8 miliar dolar AS, turun dari 194,5 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh pelunasan utang perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).

Sektor industri pengolahan, jasa keuangan, pengadaan listrik, serta pertambangan masih menjadi penguasa pangsa ULN swasta dengan total kontribusi 79,9%.

Meski secara nominal meningkat, BI memastikan struktur ULN Indonesia tetap sehat. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 29,9%, dengan dominasi utang jangka panjang mencapai 85,7% dari total ULN.

"Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN untuk meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," tandas Ramdan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramadan Tiba tapi Belum Ganti Utang Puasa, Gimana Hukumnya? Ini yang Harus Dilakukan

Ramadan Tiba tapi Belum Ganti Utang Puasa, Gimana Hukumnya? Ini yang Harus Dilakukan

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 16:21 WIB

Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!

Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 16:41 WIB

BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global

BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 12:01 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB