Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen

Kamis, 19 Februari 2026 | 17:38 WIB
Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen
Salah satu kebijakan terbaru adalah menaikkan tarif impor baja yang sebelumnya sempat menyentuh angka nol persen. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Pemerintah naikkan tarif impor baja China dari 0% menjadi 17,5% demi proteksi.
  • Kebijakan merujuk rekomendasi KADI untuk cegah dumping produk asal Wuhan.
  • Langkah ini bantu daya saing Krakatau Steel di tengah banjir pasokan global.

Suara.com - Pemerintah resmi mengambil langkah tegas untuk melindungi industri baja nasional dari gempuran produk impor asal China. Salah satu kebijakan terbaru adalah menaikkan tarif impor baja yang sebelumnya sempat menyentuh angka nol persen.

Direktur Komersial PT Krakatau Steel, Hernowo mengungkapkan, sebelumnya terdapat produk baja asal China khususnya dari wilayah Wuhan yang masuk ke pasar Indonesia tanpa dikenakan tarif alias nol persen. Kondisi ini dinilai sangat menekan industri domestik.

"Dulu ada masuk dari China nol persen. Cuma satu tuh dari Wuhan ke sini nol persen. Ini sama Kemendag sudah terbit, tarifnya dinaikin jadi 17,5 persen," ujar Hernowo saat ditemui di Cilegon, Kamis (19/2/2026).

Menurut Hernowo, kenaikan tarif ini merujuk pada rekomendasi Komite Anti Dumping Indonesia (KADI). Langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini dianggap krusial untuk menahan laju produk baja murah yang berisiko mematikan produsen lokal

Hernowo menjelaskan bahwa banjirnya produk China bukan tanpa alasan. Saat ini, Negeri Tirai Bambu tersebut sedang mengalami masalah kelebihan produksi (oversupply) yang tidak terserap oleh pasar domestik mereka sendiri.

"China lagi masalah. Produksinya banyak, enggak ada yang nyerap. Nah makanya barangnya banjir. Bukan hanya baja, ada tekstil, ada semuanya," tuturnya.

Kondisi ini memicu berbagai negara untuk memperketat kebijakan perdagangan mereka. Proteksi pasar menjadi harga mati agar industri manufaktur di dalam negeri tidak gulung tikar akibat perang harga.

"Makanya semua negara hari ini memproteksi supaya barang China enggak boleh masuk. Indonesia juga sudah mulai ambil langkah," kata Hernowo menambahkan.

Kenaikan tarif hingga 17,5 persen ini diyakini akan memberikan ruang napas bagi industri baja nasional, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dengan harga impor yang lebih terkendali, produk dalam negeri diharapkan kembali kompetitif di pasar sendiri.

Baca Juga: Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026

"Dengan tarif naik, otomatis itu pasti bantu industri (dalam negeri), termasuk Krakatau Steel," pungkasnya optimis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI