Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 19 Februari 2026 | 17:38 WIB
Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen
Salah satu kebijakan terbaru adalah menaikkan tarif impor baja yang sebelumnya sempat menyentuh angka nol persen. Foto ist.
baca 10 detik
  • Pemerintah naikkan tarif impor baja China dari 0% menjadi 17,5% demi proteksi.
  • Kebijakan merujuk rekomendasi KADI untuk cegah dumping produk asal Wuhan.
  • Langkah ini bantu daya saing Krakatau Steel di tengah banjir pasokan global.

Suara.com - Pemerintah resmi mengambil langkah tegas untuk melindungi industri baja nasional dari gempuran produk impor asal China. Salah satu kebijakan terbaru adalah menaikkan tarif impor baja yang sebelumnya sempat menyentuh angka nol persen.

Direktur Komersial PT Krakatau Steel, Hernowo mengungkapkan, sebelumnya terdapat produk baja asal China khususnya dari wilayah Wuhan yang masuk ke pasar Indonesia tanpa dikenakan tarif alias nol persen. Kondisi ini dinilai sangat menekan industri domestik.

"Dulu ada masuk dari China nol persen. Cuma satu tuh dari Wuhan ke sini nol persen. Ini sama Kemendag sudah terbit, tarifnya dinaikin jadi 17,5 persen," ujar Hernowo saat ditemui di Cilegon, Kamis (19/2/2026).

Menurut Hernowo, kenaikan tarif ini merujuk pada rekomendasi Komite Anti Dumping Indonesia (KADI). Langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini dianggap krusial untuk menahan laju produk baja murah yang berisiko mematikan produsen lokal

Hernowo menjelaskan bahwa banjirnya produk China bukan tanpa alasan. Saat ini, Negeri Tirai Bambu tersebut sedang mengalami masalah kelebihan produksi (oversupply) yang tidak terserap oleh pasar domestik mereka sendiri.

"China lagi masalah. Produksinya banyak, enggak ada yang nyerap. Nah makanya barangnya banjir. Bukan hanya baja, ada tekstil, ada semuanya," tuturnya.

Kondisi ini memicu berbagai negara untuk memperketat kebijakan perdagangan mereka. Proteksi pasar menjadi harga mati agar industri manufaktur di dalam negeri tidak gulung tikar akibat perang harga.

"Makanya semua negara hari ini memproteksi supaya barang China enggak boleh masuk. Indonesia juga sudah mulai ambil langkah," kata Hernowo menambahkan.

Kenaikan tarif hingga 17,5 persen ini diyakini akan memberikan ruang napas bagi industri baja nasional, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dengan harga impor yang lebih terkendali, produk dalam negeri diharapkan kembali kompetitif di pasar sendiri.

baca juga

"Dengan tarif naik, otomatis itu pasti bantu industri (dalam negeri), termasuk Krakatau Steel," pungkasnya optimis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026

Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:22 WIB

Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM

Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 17:33 WIB

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:14 WIB

Terkini

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:39 WIB

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:34 WIB

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:42 WIB

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:34 WIB

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

×