Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal

Achmad Fauzi

Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:53 WIB
Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota, membenarkan impor 105.000 unit truk dari India.
  • Impor dilakukan agar tidak mengganggu suplai industri logistik lokal yang memiliki keterbatasan produksi tahunan.
  • Langkah ini bertujuan menciptakan kompetisi sehat dan menawarkan alternatif kendaraan dengan harga lebih terjangkau kepada masyarakat.

Suara.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota atau Joao Mota membenarkan perseroan telah mengimpor truk dari India. Setidaknya, Agrinas Pangan memesan truk sebanyak 105.000 unit.

Joao Mota menjelaskan, alasan utama perseroan lebih memilih impor agar tidak mengganggu industri logistik yang membutuhkan banyak kendaraan truk.

"Alasan pertamanya, karena produksi lokal selama ini kan 70.000, sehingga kalau kita ambil semua di lokal nanti itu kan mengganggu industri logistik yang lain-lainnya. Sehingga untuk menjaga harmonisasi," ujarnya saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).

Ilustrasi rencana impor 105.000 unit pick-up India dalam bentuk CBU. (Foto: TATA Motors)
Ilustrasi rencana impor 105.000 unit pick-up India dalam bentuk CBU. (Foto: TATA Motors)

Menurut Joao, upaya ini juga memberikan alternatif kepada masyarakat untuk mendapatkan kendaraan truk yang dengan harga yang sesuai.

"Kita buka ruang untuk memberikan pilihan kepada masyarakat agar punya alternatif-alternatif. Sehingga, kita bisa mendapatkan kendaraan dengan harga yang fair. Apakah harga merek-merek lain kompetitor yang selama ini itu worth it sesuai dengan sesuai dengan nilai dari uang," ucapnya.

Joao Mota menuturkan, dengan langkah ini sebenarnya menciptakan kompetisi secara sehat. Sehingga, pihaknya akan mendapatkan truk dengan kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau.

"Jadi, kita membuka ruang untuk ada kompetisi dan ada ini sih orang beli mobil itu juga ada fair price money value itu menjadi sesuai dengan apa yang kita spending gitu. Karena, mobil yang saya masukin ini saya kan punya merek-merek yang lain ini nggak sebanding sama sekali. Sedangkan, harganya setengah harga daripada harga kompetitornya gitu," bebernya.

Sebelumnya, Agrinas Pangan mengimpor sebanyak 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat industri kendaraan niaga di Indonesia berdarah-darah di dua tahun terakhir.

Agrinas Pangan mengimpor 35.000 unit pikap dari Mahindra dan 70.000 unit lainnya dari Tata Motors India.

baca juga

"Kami senang bisa mendukung program Koperasi Indonesia lewat kemitraan dengan Agrinas Pangan Nusantara," kata CEO Automotive Division, Mahindra & Mahindra Ltd Nalinikanth Gollagunta dalam siaran pers di awal Februari.

Dari Mahindra, Agrinas akan membeli pikap Scorpio Double Cabin yang dipacu mesin turbo diesel 2,2 liter dengan transmisi manual enam percepatan. Sementara dari Tata Motors, Agrinas akan mengimpor pikap jenis Yodha dan truk Ultra T.7.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:33 WIB

Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!

Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 12:14 WIB

Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen

Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Gunakan Teknologi IoT, Petani Semarang Pantau Tanaman dari Smartphone

Gunakan Teknologi IoT, Petani Semarang Pantau Tanaman dari Smartphone

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPRD Kota Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan

Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPRD Kota Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan

Bogor | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Selamatkan Putrinya dari Gulungan Ombak, Sang Ayah Gugur Tenggelam di Pantai Tanggamus

Selamatkan Putrinya dari Gulungan Ombak, Sang Ayah Gugur Tenggelam di Pantai Tanggamus

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

27 Ribu Rakyat Riau Terjangkit ISPA di Tengah Kabut Asap Karhutla

27 Ribu Rakyat Riau Terjangkit ISPA di Tengah Kabut Asap Karhutla

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:43 WIB

BEI Perketat Syarat IPO, Harga Minimum Saham Mulai Dihapus

BEI Perketat Syarat IPO, Harga Minimum Saham Mulai Dihapus

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:43 WIB

7 Arti Mimpi Menstruasi Menurut Islam, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk

7 Arti Mimpi Menstruasi Menurut Islam, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bolehkah Sholat Tanpa Menunggu Komat? Ini Hukumnya untuk Umat Muslim

Bolehkah Sholat Tanpa Menunggu Komat? Ini Hukumnya untuk Umat Muslim

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:39 WIB

Skema Transmigrasi Rempang Dirombak, Pemerintah Janji Warga Lokal Tak Terusir

Skema Transmigrasi Rempang Dirombak, Pemerintah Janji Warga Lokal Tak Terusir

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:34 WIB

×