Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Beras Premium Bulog Mejeng di Rak Bin Dawood dan Lulu, Siap Garap Pasar Arab Saudi

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 15:19 WIB
Beras Premium Bulog Mejeng di Rak Bin Dawood dan Lulu, Siap Garap Pasar Arab Saudi
Kepala Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
  • Bin Dawood & Lulu siap serap beras premium Bulog pasca musim haji 2026.
  • Bulog ekspor 2.280 ton beras ke Saudi senilai Rp150 miliar mulai 28 Februari.
  • Selain jemaah haji, beras RI akan menyasar jemaah umrah & warga lokal Saudi.

Suara.com - Perum Bulog terus memacu ekspansi pasar internasional. Tak sekadar memenuhi kebutuhan jemaah haji, beras premium produksi dalam negeri kini mulai dilirik oleh raksasa ritel asal Arab Saudi, Bin Dawood dan Lulu Hypermarket.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa ketertarikan dua perusahaan ritel besar tersebut merupakan efek domino dari rencana pengiriman beras untuk kebutuhan pangan jemaah haji asal Indonesia tahun 2026.

"Banyak pengusaha di sana yang tertarik. Setelah ekspor beras haji, akan dilanjutkan dengan ekspor untuk kebutuhan umrah dan masyarakat umum di Saudi Arabia," ujar Rizal saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Rizal mengonfirmasi bahwa Bin Dawood dan Lulu telah menyatakan komitmennya untuk menyerap beras produksi Bulog secara berkelanjutan. Rencananya, penyerapan oleh ritel modern ini akan dimulai segera setelah musim haji 2026 berakhir.

"Ini sudah konfirmasi dan akan menyerap beras kita dalam waktu dekat setelah kegiatan musim haji," tegasnya.

Sebagai langkah awal, Bulog dijadwalkan mulai mengapalkan beras ke Tanah Suci pada 28 Februari mendatang. Total volume ekspor mencapai 2.280 ton dengan nilai valuasi menyentuh Rp150 miliar.

Proses pengiriman akan dibagi ke dalam dua tahap:

  • Tahap Pertama (28 Februari): Difokuskan untuk kebutuhan petugas haji yang berangkat lebih awal.
  • Tahap Kedua (4 Maret): Dialokasikan khusus bagi jemaah haji Indonesia.

Terkait logistik, Rizal menjelaskan bahwa perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Jeddah diperkirakan memakan waktu antara satu bulan hingga 1,5 bulan. Keberhasilan penetrasi ke pasar ritel Saudi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk pangan Indonesia lainnya untuk bersaing di kancah global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten NETV Tiba-tiba Ditinggal Direktur Utamanya

Emiten NETV Tiba-tiba Ditinggal Direktur Utamanya

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 14:48 WIB

Bulog Mulai Kirim Beras ke Arab Saudi pada 28 Februari

Bulog Mulai Kirim Beras ke Arab Saudi pada 28 Februari

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 14:10 WIB

Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?

Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 15:25 WIB

Terkini

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:39 WIB

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:38 WIB

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:06 WIB

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:36 WIB

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:18 WIB

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:03 WIB

Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik

Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:58 WIB

BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor

BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:51 WIB