ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:02 WIB
ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%
Wamen ESDM, Yuliot Tanjung. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Wamen ESDM Yuliot Tanjung menyatakan beberapa sel surya Indonesia dikenai tarif AS tinggi karena hanya pelabelan transshipment.
  • Kementerian ESDM akan meneliti produk sel surya untuk membedakan produksi penuh dan yang hanya diberi label di Indonesia.
  • Pemerintah berupaya memperjuangkan tarif adil maksimal 15% sesuai aturan bagi sel surya yang diproduksi di Indonesia.

Suara.com -  Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung buka suara terkait sel panel surya Indonesia yang dikenakan bea masuk imbalan atau countervailing duties di Amerika Serikat (AS).

Tercatat untuk produk sel surya asal Indonesia dikenakan tarif hingga 104 persen. 

Yuliot mengaku telah melakukan penelusuran dan menemukan bahwa tidak semua produk sel surya yang dikenakan tarif tinggi dibuat di Indonesia, melainkan hanya labeling. 

"Saya juga sudah melakukan pengecekan untuk yang kena tarif yang tidak sesuai dengan ART (Agreement on Reciprocal Trade). Ya, ternyata itu hanya transshipment, itu labeling di Indonesia," kata Yuliot saat ditemui wartawan di di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (27/2/2026). 

Ilustrasi instalasi panel surya. (Dok. Mowilex)
Ilustrasi instalasi panel surya. (Dok. Mowilex)

Dia menyebut pun selanjutnya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM akan melakukan penelitian guna memastikan sel surya yang benar-benar diproduksi di Indonesia. 

"Jadi nanti untuk setiap industri solar panel, nanti Dirjen EBTKE akan meneliti kembali. Jadi mana yang labeling, yang prinsipnya transshipment, dan juga mana yang full manufacturing dalam negeri," ujar Yuliot. 

Dia pun menegaskan pemerintah akan memperjuangkan tarif yang adil untuk sel surya asal Indonesia. 

"Itu justru ini kita perjuangkan sesuai dengan tarif yang diatur di dalam ART. Ya kalau memang 15 persen, ya maksimal 15 persen. Jangan lebih dari 15 persen," ujarnya. 

Mengutip dari Reuters, Kementerian Perdagangan AS resmi mengenakan bea masuk imbalan terhadap sel dan panel surya dari Indonesia, India, dan Laos untuk menandingi subsidi pemerintah yang dinilai merusak persaingan harga. 

baca juga

Langkah proteksionis ini menyasar impor senilai USD 4,5 miliar (dua pertiga total impor AS 2025). Khusus untuk Indonesia, tarif subsidi ditetapkan sebesar 104,38 persen, dengan perusahaan tertentu seperti PT Blue Sky Solar terkena tarif hingga 143,3 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif

ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:46 WIB

RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia

RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 07:21 WIB

Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia

Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:23 WIB

Terkini

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0

Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Banten | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:39 WIB

×