Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Jaga Harga Bahan Pokok, BI Perkuat Kredit Pangan Jelang Idulfitri

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 03 Maret 2026 | 07:50 WIB
Jaga Harga Bahan Pokok, BI Perkuat Kredit Pangan Jelang Idulfitri
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia memperkuat pengendalian inflasi menjelang Idulfitri melalui penyaluran kredit pangan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
  • BI menargetkan inflasi 2026 berada dalam kisaran 2,5±1 persen dengan fokus pada strategi 4K menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
  • Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat 5,39 persen didukung konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah, serta pertumbuhan kredit 9,96 persen.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Idulfitri, melalui dukungan penyaluran kredit pangan. Hal ini menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan.

Langkah ini ditempuh untuk menopang daya beli sekaligus memastikan inflasi 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen.

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menyampaikan stabilitas harga pangan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Pengendalian inflasi diperkuat melalui koordinasi dari hulu hingga hilir,” ujarnya dalam keynote speech pada seminar bertajuk “Ramadan Tenang, Harga Terkendali: Optimalisasi Kredit Pangan untuk Stabilisasi Pasar” di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, Aida menilai, perekonomian Indonesia tetap berdaya tahan. Fragmentasi perdagangan dan volatilitas pasar keuangan internasional, kata dia, memengaruhi ekonomi domestik melalui tiga jalur utama.

Mulai dari kenaikan harga minyak yang mendorong biaya produksi dan transportasi, gejolak pasar keuangan yang berdampak pada nilai tukar dan harga impor, serta perlambatan perdagangan global yang berpotensi menekan pertumbuhan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, BI menempuh strategi 3K, yaitu kebijakan terintegrasi, kolaborasi erat dengan Pemerintah, serta komitmen untuk tetap berada di pasar guna meredam gejolak dan menjaga inflasi sesuai sasaran.

Secara kinerja, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat 5,39 persen (year on year/yoy) dan diprakirakan berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen pada 2026.

Pertumbuhan ini ditopang konsumsi masyarakat, peningkatan belanja periode HBKN, serta belanja Pemerintah pada awal tahun.

baca juga

Dari sisi harga, inflasi Februari 2026 tercatat 4,76 persen (yoy), dipengaruhi faktor base effect kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025. Meski demikian, inflasi inti tetap rendah.

BI menilai komponen pangan bergejolak (volatile food) perlu terus dijaga stabilitasnya karena sensitif terhadap lonjakan permintaan, kondisi cuaca, dan gangguan distribusi.

Penguatan pengendalian inflasi dilakukan melalui tujuh program unggulan, antara lain hilirisasi pangan, optimalisasi kerja sama daerah, operasi pasar murah, serta komunikasi kebijakan untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkar.

Menjelang HBKN, fokus diarahkan pada strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, dan memperkuat komunikasi kebijakan.

Implementasi kebijakan dilakukan melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dengan pendekatan sesuai karakteristik wilayah dan komoditas strategis.

Direktur Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan penguatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama Ramadan dan Idulfitri.

"Stabilitas inflasi juga memberikan ruang bagi sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan. Kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh 9,96 persen (yoy) dan diprakirakan berada dalam kisaran 8–12 persen sepanjang 2026," katanya.

Bank Indonesia
Bank Indonesia

Untuk memperkuat pembiayaan sektor prioritas, BI mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan total insentif yang diterima perbankan mencapai Rp427,5 triliun hingga awal Februari 2026.

Insentif tersebut diarahkan ke sektor pertanian, industri dan hilirisasi, jasa, konstruksi dan perumahan, serta UMKM guna memperkuat kapasitas produksi dan pasokan domestik.

Direktur Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI), Akhmat Purwakajaya, menyatakan komitmen perbankan untuk memperkuat pembiayaan ke sektor pangan dan UMKM.

Hal senada disampaikan ekonom senior CORE Indonesia, Hendri Saparini, yang menilai penguatan produksi domestik dan pembiayaan sektor pangan penting agar tekanan musiman tidak mengganggu daya beli dan momentum pertumbuhan.

Ke depan, BI memastikan stabilitas nilai tukar rupiah dan kecukupan likuiditas tetap terjaga, sekaligus memperkuat transmisi suku bunga kebijakan ke sektor riil.

Melalui bauran kebijakan dan koordinasi dengan Pemerintah serta pemangku kepentingan, pengendalian inflasi dan penguatan kredit sektor prioritas diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026

Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 09:50 WIB

Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI

Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 09:35 WIB

Dorong Ekonomi Digital, Gubernur Bank Indonesia Perkuat Talenta Muda

Dorong Ekonomi Digital, Gubernur Bank Indonesia Perkuat Talenta Muda

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 09:00 WIB

Cara Tukar Uang Baru di PINTAR BI untuk THR Lebaran 2026, Ini Ketentuannya

Cara Tukar Uang Baru di PINTAR BI untuk THR Lebaran 2026, Ini Ketentuannya

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 11:45 WIB

BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia

BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 07:42 WIB

Registrasi Online Link PINTAR BI untuk Tukar Uang Baru

Registrasi Online Link PINTAR BI untuk Tukar Uang Baru

Bisnis | Minggu, 22 Februari 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi

Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Wajib Tahu! Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid yang Tertib dan Khidmat

Wajib Tahu! Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid yang Tertib dan Khidmat

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:03 WIB

5 Tips Menyetel Tinggi Sadel dan Seatpost Sepeda MTB agar Tidak Cepat Pegal

5 Tips Menyetel Tinggi Sadel dan Seatpost Sepeda MTB agar Tidak Cepat Pegal

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional

Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:01 WIB

1.624 Kali Digoyang Gempa Susulan, Begini Kondisi Terkini Flores Menurut BMKG

1.624 Kali Digoyang Gempa Susulan, Begini Kondisi Terkini Flores Menurut BMKG

Bali | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Review Kill Boksoon: Pembunuh Bayaran yang Sulit Memahami Putrinya Sendiri

Review Kill Boksoon: Pembunuh Bayaran yang Sulit Memahami Putrinya Sendiri

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Perhatian Publik Berpindah, Siapa Mengawal Penyelesaiannya?

Ketika Perhatian Publik Berpindah, Siapa Mengawal Penyelesaiannya?

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Ribuan Warga Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Apresiasi Nasionalisme

Ribuan Warga Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Apresiasi Nasionalisme

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Penerbangan di Bandara SSK II Normal

Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Penerbangan di Bandara SSK II Normal

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Tiga Pelajar di Tanggamus Nekat Jambret iPhone 17 Pro Max Senilai Rp26 Juta

Tiga Pelajar di Tanggamus Nekat Jambret iPhone 17 Pro Max Senilai Rp26 Juta

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56 WIB

×