- Inflasi bulanan Indonesia Februari 2026 tercatat 0,68 persen, didorong kenaikan harga kelompok makanan dan minuman.
- Sulawesi Selatan mengalami inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,04 persen, berlawanan dengan lima provinsi yang deflasi.
- Penyumbang utama inflasi adalah daging ayam ras dan cabai rawit, sejalan dengan momen historis bulan Ramadan.
Sebanyak 33 provinsi di Indonesia mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month) pada Februari 2026. Dari seluruh daerah tersebut, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi, sementara lima provinsi lainnya tercatat mengalami deflasi.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi nasional Februari 2026 sebesar 0,68 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan kenaikan harga terjadi bertepatan dengan momen Ramadan.
"Pada bulan Februari tahun 2026, terjadi inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan atau month-to-month," ujar Ateng dalam konferensi pers, di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, dari sisi sebaran wilayah, mayoritas provinsi mengalami kenaikan harga pada periode tersebut.

Rinciannya, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04 persen. Sebaliknya, deflasi terdalam secara bulanan terjadi di Papua Barat sebesar 0,65 persen.
Berdasarkan pembagian wilayah dalam paparan BPS, di Sumatera inflasi tertinggi terjadi di Aceh, sementara yang terendah berada di Lampung. Di Jawa, inflasi tertinggi tercatat di Banten dan yang terendah di Jawa Tengah.
Ateng menjelaskan tekanan harga di berbagai wilayah terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang inflasi terbesar.
"Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,54 persen dan andil 0,45 persen," ujar Ateng.
Untuk wilayah Kalimantan, inflasi tertinggi terjadi di Kalimantan Selatan dan yang terendah di Kalimantan Barat. Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, inflasi tertinggi tercatat di Nusa Tenggara Barat, sementara yang terendah di Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Hilangnya Diskon Tarif Listrik Dorong Inflasi Tahunan Februari Capai 4,76%
Komoditas pangan disebut menjadi motor utama pembentuk inflasi Februari 2026 di berbagai daerah.
"Komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain daging ayam ras dengan andil 0,09 persendan cabai rawit dengan andil 0,08 persen," ucap Ateng.
Sementara itu, di kawasan Sulawesi, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi, sedangkan yang terendah berada di Sulawesi Utara. Adapun di wilayah Maluku dan Papua, inflasi tertinggi terjadi di Maluku dan yang terendah tercatat di Papua Pegunungan.
"Berdasarkan historis 5 tahun terakhir, ini terjadi inflasi setiap momen Ramadan," ucap Ateng.