Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:36 WIB
Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen
Ilustrasi Gas Alam Cair. QatarEnergy secara mengejutkan menghentikan seluruh aktivitas produksi gas alam cair (LNG) di fasilitas ekspor terbesar dunia, Ras Laffan, setelah menjadi sasaran serangan drone Iran. Foto ist.
  • Qatar stop produksi LNG di Ras Laffan usai serangan drone Iran.
  • Harga gas Eropa melonjak 54%, tertinggi sejak krisis energi 2022.
  • QatarEnergy tunda pengiriman; Selat Hormuz lumpuh akibat konflik.

Suara.com - QatarEnergy secara mengejutkan menghentikan seluruh aktivitas produksi gas alam cair (LNG) di fasilitas ekspor terbesar dunia, Ras Laffan, setelah menjadi sasaran serangan drone Iran.

Langkah ini memicu kepanikan luar biasa yang membuat harga gas di Eropa terbang hingga 54 persen.

Menukil Bloomberg, Selasa (3/3/2026) fasilitas Ras Laffan bukan sekadar pabrik biasa ia adalah "jantung" pasokan gas dunia yang menyumbang sekitar seperlima kebutuhan LNG global. Penghentian operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya ini langsung mengancam keamanan energi internasional dan mengguncang stabilitas pasar keuangan.

"Ancaman terhadap keamanan pasokan ada di sini dan sekarang," ujar Simone Tagliapietra, analis senior di Bruegel. Menurutnya, dunia kini memasuki skenario krisis baru yang sangat bergantung pada seberapa lama penutupan ini berlangsung.

Lonjakan harga gas berjangka di Eropa kali ini merupakan yang tertinggi sejak krisis energi 2022 akibat invasi Rusia ke Ukraina. Arus pengiriman LNG dari Timur Tengah lumpuh total sejak akhir pekan karena sebagian besar kapal tanker menghindari Selat Hormuz jalur nadi utama bahan bakar global di pintu masuk Teluk Persia.

Kondisi ini menjadi mimpi buruk bagi Benua Biru. Stok gas Eropa saat ini berada di level sangat rendah, padahal mereka butuh impor besar-besaran musim panas ini untuk cadangan musim dingin. Meski belum ada laporan kerusakan fisik pada fasilitas, QatarEnergy telah menyatakan status force majeure, memberikan sinyal bahwa pengiriman kontrak kepada pelanggan akan terhambat tanpa penalti.

Di tengah kekacauan ini, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa operasi militer terhadap Iran bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Goldman Sachs Group Inc memprediksi jika blokade Selat Hormuz bertahan selama sebulan, harga gas Eropa bisa melonjak dua kali lipat dari harga saat ini.

Situasi makin pelik setelah Israel menutup ladang gas Leviathan, yang memaksa Mesir ikut berburu kargo LNG di pasar spot. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Arab Saudi dan UEA akibat intersepsi rudal Iran, menandakan konflik yang kian meluas.

Pada penutupan perdagangan Senin, kontrak berjangka gas Belanda (TTF) meroket 39% ke level €44,51 per megawatt-hours, angka tertinggi sejak Maret 2025. Dunia kini menahan napas, menunggu kepastian kapan keran gas Qatar kembali mengalir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS

Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 11:46 WIB

DEN Yakin Pasokan LNG dan Minerba Tahan Bating Hadapi Eskalasi Timur Tengah

DEN Yakin Pasokan LNG dan Minerba Tahan Bating Hadapi Eskalasi Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 08:53 WIB

Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG

Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG

News | Senin, 02 Maret 2026 | 22:27 WIB

Terkini

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:34 WIB

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB