- IHSG ditutup melemah 0,96 persen pada Selasa, 3 Maret 2026, dipicu kekhawatiran dampak perang AS-Iran.
- Konflik geopolitik meningkat setelah serangan Iran ke Kedubes AS di Riyadh dan ancaman Israel.
- Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menyebabkan harga minyak WTI dan Brent melonjak signifikan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir memburuk pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. IHSG ditutup melemah 0,96 persen ke level 7.939, setelah sempat rebound pada awal sesi.
Phintraco Sekuritas menilai kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan menjadi sentimen negatif utama pasar. Perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memasuki hari keempat memicu lonjakan risiko geopolitik global.
Dilaporkan Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, diserang oleh Iran pada 3 Maret 2026. Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa perang tersebut dapat berlangsung lebih lama dari empat pekan yang sebelumnya diperkirakan.
Risiko konflik meluas semakin meningkat setelah Israel menyatakan menargetkan Iran dan Lebanon secara bersamaan, menyusul serangan kelompok militan Hizbullah ke Tel Aviv menggunakan rudal dan drone.
![Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/08/65148-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Tekanan geopolitik tersebut berdampak luas ke pasar global. Mayoritas indeks bursa Asia ditutup melemah, sementara bursa Eropa dibuka di teritori negatif. Indeks futures Wall Street juga bergerak turun, mencerminkan investor global yang cenderung menghindari aset berisiko.
Dari pasar komoditas, harga minyak melonjak signifikan. Minyak WTI naik hampir 3 persen di atas USD 74 per barel, sedangkan minyak Brent menguat lebih dari 3 persen di atas USD 81 per barel. Kenaikan dipicu oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang menimbulkan gejolak pasar energi global.
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan minyak strategis dunia, dengan sekitar 13 juta barel per hari atau sekitar 31 persen dari total aliran minyak mentah melalui laut pada 2025 melewati jalur tersebut. Penutupan berkepanjangan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak lebih lanjut dan memicu inflasi global.
Sementara itu, harga emas futures menguat sekitar 0,52 persen, sedangkan emas spot terkoreksi tipis 0,25 persen meski masih bertahan di sekitar level USD 5.300 per troy ounce.
Secara teknikal, Phintraco mencatat IHSG telah menembus level psikologis 8.000 sekaligus break low dari MA200. Pembentukan histogram negatif pada indikator MACD serta pergerakan Stochastic RSI yang mengarah turun mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 44,40 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,80 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,90 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 362 saham bergerak naik, sedangkan 365 saham mengalami penurunan, dan 231 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, MPOW, RMKO, ARTA, IFSH, HUMI, BOAT, FUJI, GTSI, LEAD, CARS, LRNA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, RANC, SOTS, INDS, INDO, DPUM, TFAS, POLI, SKBM, TALF, KONI, ELPI.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.