Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

IHSG Hijau di Awal Perdagangan, Tapi Analis Peringatkan Siap-Siap Ambles Lagi

Achmad Fauzi

Selasa, 03 Maret 2026 | 09:12 WIB
IHSG Hijau di Awal Perdagangan, Tapi Analis Peringatkan Siap-Siap Ambles Lagi
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
baca 10 detik
  • IHSG menguat 0,77 persen pada Selasa, 3 Maret 2026 pagi, ditutup di level 8.059 dengan aktivitas 4,18 miliar saham diperdagangkan.
  • Proyeksi Samuel Sekuritas menyebutkan IHSG diperkirakan melemah akibat ketidakpastian pasar global dan tekanan eksternal komoditas energi.
  • Kenaikan harga minyak Brent dan batu bara dipicu eskalasi konflik, sementara emas naik sebagai aset *safe haven* pasar.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau di awal perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. IHSG menguat 0,77 persen ke level ke level 1,73 persen ke level 8.059.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih terapresiasi 0,46 persen ke level 8.053.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,18 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,82 triliun, serta frekuensi sebanyak 230.600 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 299 saham bergerak naik, sedangkan 254 saham mengalami penurunan, dan 405 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, RMKO, OILS, INAI, FIRE, MEJA, COAL, BNBR, HUMI, GTSI, WMUU,

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SOTS, POLI, TFAS, JAYA, SOHO, ICON, SSTM, PGJO, AMMS, KING, FILM.

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global dan regional.

Berdasarkan riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, tekanan eksternal masih menjadi sentimen utama pergerakan pasar, terutama pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu gejolak harga komoditas energi.

baca juga

"IHSG akan melanjutkan pelemahan di tengah ketidakpastian pasar global dan regional," tulis tim analis Samuel Sekuritas dalam riset Morning Market Update, Selasa (3/3/2026).

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 2,7 persen ke level 8.017. Pelemahan tersebut sejalan dengan tekanan di sejumlah bursa regional.

Indeks EIDO tercatat turun 1,7 persen, sementara indeks STI Singapura merosot 2,1 persen dan STOXX Eropa terkoreksi 2,5 persen.

Dari pasar Amerika Serikat, pergerakan indeks saham cenderung bervariasi. Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,15 persen ke 48.905, sementara S&P 500 nyaris stagnan naik tipis 0,04 persen ke 6.882 dan Nasdaq menguat 0,36 persen.

S&P 500 sempat melemah tajam di awal sesi sebelum akhirnya rebound seiring aksi beli saat harga turun (buy on weakness). Meski demikian, ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Di pasar komoditas, lonjakan harga energi menjadi sorotan. Harga minyak Brent melonjak 7,3 persen ke USD 78 per barel, sementara harga batu bara ICE naik 10,1 persen ke USD 129 per ton. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik di kawasan Teluk.

Sementara itu, harga emas naik 0,8 persen ke 5.322 dolar AS per troy ounce, mencerminkan peningkatan permintaan aset safe haven. Di sisi lain, harga nikel terkoreksi 3,6 persen ke USD 17.045 per ton.

Samuel Sekuritas juga menyoroti sektor minyak dan gas yang berpotensi mendapat sentimen positif dari kenaikan harga energi. Selain itu, terdapat rekomendasi beli untuk saham dengan potensi dana MESOP Rp647 miliar serta catatan kinerja SMAR yang membukukan lonjakan laba bersih 103 persen

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot

Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 17:00 WIB

BEI Umumkan Ketentuan Liquidity Provider Saham, Termasuk Regulasi Free Float

BEI Umumkan Ketentuan Liquidity Provider Saham, Termasuk Regulasi Free Float

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 15:37 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi I Turun 1,60%, 682 Saham Kebakaran

IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi I Turun 1,60%, 682 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 13:17 WIB

Terkini

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:19 WIB

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:13 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

×