Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Emas Antam Ambruk, Hari Harganya Rp 3.045.000/Gram

Achmad Fauzi

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45 WIB
Emas Antam Ambruk, Hari Harganya Rp 3.045.000/Gram
Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).
  • Harga emas Antam per gram pada 4 Maret 2026 turun Rp77.000 menjadi Rp3.045.000; harga beli kembali juga turun Rp107.000.
  • Harga emas dunia tertekan oleh menguatnya Dolar AS dan berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
  • Volatilitas harga emas jangka pendek diprediksi berlanjut akibat penguatan dolar, imbal hasil obligasi, dan risiko geopolitik.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 4 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.045.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu turun tajam Rp 77.000 dibandingkan hari Selasa, 3 Maret 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.794.000 per gram.

Harga buyback itu juga ambruk Rp 107.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).
Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.576.431
  • Emas 1 Gram Rp 3.052.613
  • Emas 2 gram Rp 6.045.075
  • Emas 3 gram Rp 9.042.550
  • Emas 5 gram Rp 15.037.500
  • Emas 10 gram Rp 30.019.863
  • Emas 25 gram Rp 74.923.843
  • Emas 50 gram Rp 149.768.488
  • Emas 100 gram Rp 299.458.780
  • Emas 250 gram Rp 748.381.288
  • Emas 500 gram Rp 1.496.552.050
  • Emas 1.000 gram Rp 2.993.064.000

Harga Emas Dunia Merosot

Harga emas dunia kembali tertekan pada awal perdagangan sesi Asia, Rabu. Mengutip laporan FXStreet, emas dengan kode XAU/USD menghadapi tekanan jual di dekat level 5.100 dolar AS per troy ounce.

Pelemahan logam mulia ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS (USD) serta memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.

Kekhawatiran inflasi kembali mencuat seiring kenaikan harga minyak global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi proyeksi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Dolar AS pun menguat hingga menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Penguatan greenback membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga menekan permintaan.

Pasar saat ini sebagian besar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tetap hingga musim panas. Hal ini terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya mendorong adanya penurunan suku bunga.

Fokus investor berikutnya tertuju pada rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM AS yang dijadwalkan terbit Rabu sore waktu setempat. Data tersebut berpotensi memberi gambaran baru terkait arah kebijakan moneter The Fed.

"Penurunan harga emas tampaknya didorong oleh pelarian menuju likuiditas - pelarian menuju uang tunai. Kita memiliki dolar yang kuat dan imbal hasil obligasi yang diperdagangkan lebih tinggi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Meski demikian, tekanan terhadap emas dinilai berpotensi bersifat sementara. Risiko geopolitik yang meningkat dapat kembali mendorong arus dana ke aset safe haven seperti emas.

Ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang dipantau pasar. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan seluruh personel telah dipastikan keberadaannya setelah sebuah drone menghantam halaman konsulat AS di Dubai, sebagaimana dilaporkan CNN.

Sebelumnya, AS menutup kedutaan besarnya di Arab Saudi, Kuwait, dan Lebanon serta memperingatkan warga Amerika untuk meninggalkan sejumlah negara di kawasan tersebut. Di sisi lain, militer Israel dilaporkan melakukan invasi darat baru ke Lebanon selatan untuk menghancurkan Hizbullah dan meningkatkan serangan udara.

Dengan kombinasi dolar AS yang perkasa, imbal hasil obligasi yang tinggi, serta ketidakpastian geopolitik, pergerakan harga emas dalam jangka pendek diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Pegadaian Kompak Anjlok Hari Ini, Saatnya Borong Emas Galeri 24?

Harga Emas Pegadaian Kompak Anjlok Hari Ini, Saatnya Borong Emas Galeri 24?

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 08:35 WIB

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Naik Drastis Efek Perang di Timur Tengah

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Naik Drastis Efek Perang di Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:58 WIB

Harga Emas Antam Semakin Tinggi, Tembus Rp 3,13 Juta/Gram

Harga Emas Antam Semakin Tinggi, Tembus Rp 3,13 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 09:54 WIB

Terkini

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:53 WIB

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:36 WIB

Langsung Disampaikan Wakil Presiden Moody's: Danantara Dapat Outlook Negatif!

Langsung Disampaikan Wakil Presiden Moody's: Danantara Dapat Outlook Negatif!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:13 WIB

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53 WIB

Perayaan 3 Tahun, Bursa Kripto CFX Kembali Menggelar CFX Crypto Conference di Jakarta

Perayaan 3 Tahun, Bursa Kripto CFX Kembali Menggelar CFX Crypto Conference di Jakarta

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:46 WIB

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:02 WIB

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:56 WIB

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:30 WIB

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:21 WIB

Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri

Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:15 WIB