CFX Optimistis Tarik Transaksi Kripto ke Dalam Negeri

Fabiola Febrinastri

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:38 WIB
CFX Optimistis Tarik Transaksi Kripto ke Dalam Negeri
Ilustrasi kripto. (Dok: KunciCoin)

Suara.com - Bursa Kripto CFX semakin memantapkan strategi untuk memperkuat posisi pasar aset kripto nasional di tengah dominasi platform global. Bursa kripto pertama di Indonesia tersebut menargetkan peningkatan daya saing melalui penyesuaian biaya transaksi agar lebih kompetitif dan mampu menarik kembali volume perdagangan yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, mengakui bahwa saat ini terdapat kesenjangan signifikan antara volume transaksi kripto di dalam negeri dan di platform offshore. Berdasarkan kajian LPEM Universitas Indonesia (UI), aktivitas perdagangan investor Indonesia di luar negeri tercatat lebih dari 2,5 kali lipat dibandingkan yang terjadi di dalam negeri.

“Kalau kita bicara berdasarkan kajian dari LPEM UI, itu lebih dari 2,5 kali lipat perdagangan yang ada di offshore, lebih besar dibandingkan volume perdagangan yang ada di platform di Indonesia yang dicatat di Bursa Kripto CFX,” ujar Subani.

Menurutnya, salah satu alasan utama perpindahan transaksi tersebut adalah faktor biaya yang dinilai lebih rendah di platform global. Karena itu, CFX kini berfokus memperkecil selisih biaya transaksi guna meningkatkan daya tarik pasar domestik.

“(Perdagangan) 2,5 kali lipat lebih besar yang lari ke luar, itu yang coba kita tarik kembali. Salah satunya karena mereka melihat biaya transaksi di luar mungkin lebih murah, dan ini yang sedang kita coba kecilkan gap-nya,” jelas Subani.

Ia menegaskan, CFX mendengarkan berbagai masukan dari pedagang dan nasabah sebagai bahan evaluasi. Efisiensi biaya dinilai menjadi kunci agar aktivitas perdagangan kripto di Indonesia semakin berkembang.

“Tentu kita sangat peka dengan apa yang kami dengar dari pedagang maupun nasabah, bagaimana caranya agar transaksi bisa lebih murah di Indonesia,” katanya.

Subani optimistis, jika volume perdagangan dalam negeri meningkat, manfaatnya akan dirasakan secara luas. Selain meningkatkan keuntungan pelaku industri, pertumbuhan transaksi juga berpotensi mendorong penerimaan negara melalui sektor perpajakan.

“Kalau nanti market-nya sudah lebih besar, volume perdagangannya juga lebih besar, tentunya ini baik untuk pemasukan negara melalui pajak. Para pedagang juga akan mendapatkan benefit yang jauh lebih besar,” tutur Subani.

baca juga

Ia menambahkan, strategi tersebut merupakan bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat fondasi pasar kripto nasional. Dengan struktur biaya yang lebih kompetitif dan volume perdagangan yang meningkat, CFX berharap pasar kripto Indonesia dapat berdiri sejajar dengan pasar global.

Menanggapi penurunan biaya transaksi oleh Bursa Kripto CFX, Direktur Utama PT Kagum Teknologi Indonesia (Ajaib) Adrian Sudirgo menyatakan, “Dalam ekosistem yang semakin kompetitif, penyesuaian struktur biaya merupakan salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan oleh pelaku industri. Pada akhirnya, perkembangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi konsumen serta mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat.”

Ia menambahkan perubahan ini merupakan bagian dari dinamika industri yang terus berkembang.

Sedangkan CEO Indodax William Sutanto memberikan dukungan, “Struktur biaya yang lebih efisien dan kompetitif merupakan angin segar bagi industri aset kripto karena dapat mendorong frekuensi transaksi yang lebih tinggi. Hal tersebut juga dapat menarik kembali para konsumen yang selama ini bertransaksi di platform luar untuk kembali masuk ke dalam negeri. Jangka panjangnya, ini dapat memperdalam likuiditas pasar domestik serta membuat ekosistem kita menjadi lebih kompetitif dibanding pasar global.” ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Genjot Transaksi Kripto, OSL Indonesia Tebar Insentif Khusus

Genjot Transaksi Kripto, OSL Indonesia Tebar Insentif Khusus

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 09:24 WIB

Gejolak Global vs. Pasar Kripto: Stabil atau Rentan? Direktur CFX Ungkap Fakta Ini

Gejolak Global vs. Pasar Kripto: Stabil atau Rentan? Direktur CFX Ungkap Fakta Ini

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 08:06 WIB

Bursa Kripto CFX Siapkan Strategi Pasar Kripto RI Lebih Kompetitif

Bursa Kripto CFX Siapkan Strategi Pasar Kripto RI Lebih Kompetitif

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 20:05 WIB

Bursa Kripto CFX Optimistis Pasar Aset Kripto Tumbuh Positif pada 2026

Bursa Kripto CFX Optimistis Pasar Aset Kripto Tumbuh Positif pada 2026

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 17:35 WIB

Dirut Bursa Kripto CFX: Volume Kripto Offshore 2,5 Kali Lebih Besar dari Dalam Negeri

Dirut Bursa Kripto CFX: Volume Kripto Offshore 2,5 Kali Lebih Besar dari Dalam Negeri

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 16:33 WIB

CFX Perkecil Biaya Transaksi Demi Dongkrak Daya Saing Pasar Kripto RI

CFX Perkecil Biaya Transaksi Demi Dongkrak Daya Saing Pasar Kripto RI

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 16:29 WIB

Terkini

Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit, Indonesia Ternyata Rajin Ekspor Produknya ke Israel

Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit, Indonesia Ternyata Rajin Ekspor Produknya ke Israel

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Delik Korupsi Dinilai Ancam Pemberantasan Korupsi

Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Delik Korupsi Dinilai Ancam Pemberantasan Korupsi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar

Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar

Sulsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Pasar Digital Membesar, Media Justru Berguguran: Dahlan Dahi Bongkar Masalah Bisnis Pers

Pasar Digital Membesar, Media Justru Berguguran: Dahlan Dahi Bongkar Masalah Bisnis Pers

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:39 WIB

Shin Tae-yong Coret Rizky Ridho Sementara dari Skuad Persija, Nasib Shayne Pattynama Tak Jelas

Shin Tae-yong Coret Rizky Ridho Sementara dari Skuad Persija, Nasib Shayne Pattynama Tak Jelas

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Kekayaan Mineral Indonesia, Potensi Besar untuk Kesejahteraan Bangsa

Kekayaan Mineral Indonesia, Potensi Besar untuk Kesejahteraan Bangsa

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Kualitas Udara di Padang Kembali Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada

Kualitas Udara di Padang Kembali Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada

Sumbar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Mendagri Tito Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Tekankan Pentingnya Kekompakan

Mendagri Tito Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Tekankan Pentingnya Kekompakan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Persija Kena Denda Rp90 Juta, Shin Tae-yong Sentil The Jakmania soal Kericuhan

Persija Kena Denda Rp90 Juta, Shin Tae-yong Sentil The Jakmania soal Kericuhan

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Sertifikasi Halal Diundur ke 2028, FKBI Kritik Pemerintah: Kalah oleh Oligarki Rokok!

Sertifikasi Halal Diundur ke 2028, FKBI Kritik Pemerintah: Kalah oleh Oligarki Rokok!

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:27 WIB

×