Gejolak Global vs. Pasar Kripto: Stabil atau Rentan? Direktur CFX Ungkap Fakta Ini

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 05 Maret 2026 | 08:06 WIB
Gejolak Global vs. Pasar Kripto: Stabil atau Rentan? Direktur CFX Ungkap Fakta Ini
Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, di Jakarta, Rabu (4/3/2026). [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • Gejolak geopolitik global, termasuk perang Iran-AS, memicu koreksi harga kripto di pasar internasional dan Indonesia.
  • Aktivitas transaksi kripto relatif stabil meskipun harga sempat terkoreksi dalam akibat tekanan pasar global.
  • CFX merekomendasikan produk derivatif sebagai instrumen lindung nilai terhadap volatilitas dan penurunan harga kripto.

Suara.com - Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menilai gejolak geopolitik global termasuk konflik dan perang memang memberi dampak terhadap pasar kripto dunia. Apalagi, saat ini terjadi perang anatara Iran vs Amerika Serikat dan Iran

Namun demikian, menurutnya aktivitas transaksi kripto relatif tetap stabil meskipun harga sempat mengalami koreksi cukup dalam.

Subani menjelaskan bahwa pergerakan harga kripto di Indonesia tidak terlepas dari dinamika pasar global. Saat terjadi tekanan global, harga kripto cenderung mengikuti tren penurunan yang terjadi di pasar internasional.

“Kalau kita melihat market global, kripto memang mengalami penurunan. Ada koneksi harga secara global,” ujar Subani di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Selain faktor geopolitik, ia menyebut pergerakan harga kripto juga berkaitan dengan siklus empat tahunan yang selama ini dikenal di industri kripto. Meski begitu, ia menilai koreksi harga yang terjadi tidak diikuti penurunan aktivitas perdagangan secara signifikan.

“Terjadinya koreksi harga di kripto itu volume transaksi tidak sedalam koreksi harganya. Jadi relatif transaksi kripto masih lebih stabil dibandingkan kualitas dari harga kripto itu sendiri,” katanya.

Ilustrasi kripto (unsplash)
Ilustrasi kripto (unsplash)

Ia menambahkan, ketika konflik atau perang pertama kali terjadi, pasar kripto sempat mengalami tekanan cukup besar. Namun, pemulihan harga berlangsung relatif cepat sehingga kondisi pasar saat ini dinilai lebih stabil dibandingkan saat koreksi sebelumnya.

“Waktu perang awal terjadi memang ada koreksi harga cukup dalam. Tapi recovery-nya juga cukup cepat dan sekarang sudah lebih stabil dibanding waktu koreksi sebelumnya,” jelasnya.

Meski demikian, Subani mengakui pergerakan kripto sulit diprediksi secara cepat dan presisi karena sangat dipengaruhi sentimen global.

baca juga

Dalam menghadapi volatilitas tersebut, CFX mendorong pemanfaatan produk derivatif sebagai instrumen lindung nilai (hedging).

Menurutnya, produk ini memungkinkan pelaku pasar melindungi nilai aset kripto mereka ketika harga di pasar spot mengalami penurunan.

“Walaupun di pasar spot ada dampak negatif seperti penurunan harga atau volume trading, produk derivatif bisa digunakan untuk lindung nilai,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada perdagangan derivatif, investor masih berpeluang memperoleh keuntungan baik ketika pasar bergerak naik maupun turun, selama strategi transaksi dilakukan dengan tepat.

Secara keseluruhan, CFX tetap optimistis terhadap prospek industri kripto ke depan, meskipun pasar global masih dibayangi berbagai ketidakpastian geopolitik.

“Di derivatif, ketika market naik atau turun, pemain tetap bisa mendapatkan keuntungan sesuai dengan strategi trading-nya. Jadi memang produk derivatif ini kami hadirkan untuk melindungi nilai aset kripto,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Kripto Indonesia Mencapai 20,19 Juta, Indodax Sukses Bukukan Transaksi Rp201 Triliun

Investor Kripto Indonesia Mencapai 20,19 Juta, Indodax Sukses Bukukan Transaksi Rp201 Triliun

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:15 WIB

Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan

Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:09 WIB

Perangi Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, Ekosistem Aset Digital Kian Diperkuat

Perangi Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, Ekosistem Aset Digital Kian Diperkuat

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 17:05 WIB

Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?

Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 15:05 WIB

COIN Optimistis Pemangkasan Biaya Transaksi CFX Akan Picu Efek Berganda

COIN Optimistis Pemangkasan Biaya Transaksi CFX Akan Picu Efek Berganda

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:42 WIB

5 Alasan Utama Perdagangan Kripto Berbeda dengan Perdagangan Forex Meskipun Grafik Terlihat Sama

5 Alasan Utama Perdagangan Kripto Berbeda dengan Perdagangan Forex Meskipun Grafik Terlihat Sama

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:32 WIB

Terkini

Keistimewaan Weton Sabtu Pahing, Neptu Tertinggi 18 Menurut Primbon Jawa

Keistimewaan Weton Sabtu Pahing, Neptu Tertinggi 18 Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 08:25 WIB

Negara Ring of Fire, Mengapa Anggaran Bencana Masih Seperti Lelucon?

Negara Ring of Fire, Mengapa Anggaran Bencana Masih Seperti Lelucon?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 08:24 WIB

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 08:21 WIB

Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 08:17 WIB

Contoh Energi Alternatif dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Energi Alternatif dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-hari

News | Sabtu, 12 September 2026 | 08:05 WIB

Karhutla Siak Capai 273 Hektare, Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan

Karhutla Siak Capai 273 Hektare, Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 08:04 WIB

Tak Butuh Internet, AC Polytron Ubah Suara Jadi Perintah dengan Voice Sense

Tak Butuh Internet, AC Polytron Ubah Suara Jadi Perintah dengan Voice Sense

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 08:03 WIB

Jurnalis Hilang Kontak saat Meliput Anak Krakatau, Kerabat Kisahkan Kegigihan Arie Basuki

Jurnalis Hilang Kontak saat Meliput Anak Krakatau, Kerabat Kisahkan Kegigihan Arie Basuki

News | Sabtu, 12 September 2026 | 08:00 WIB

Warga Carita Gelar Doa untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Warga Carita Gelar Doa untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Foto | Sabtu, 12 September 2026 | 08:00 WIB

Horor Tol Jomo KM 687: Diduga Sopir Mengantuk, Hiace Hantam Truk, 4 Nyawa Melayang

Horor Tol Jomo KM 687: Diduga Sopir Mengantuk, Hiace Hantam Truk, 4 Nyawa Melayang

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 07:56 WIB

×