Bursa Kripto CFX Optimistis Pasar Aset Kripto Tumbuh Positif pada 2026

Achmad Fauzi

Rabu, 04 Maret 2026 | 17:35 WIB
Bursa Kripto CFX Optimistis Pasar Aset Kripto Tumbuh Positif pada 2026
Direktur Utama CFX, Subani mengatakan fokus Bursa Kripto CFX pada 2026 adalah mendorong penguatan ekosistem, salah satunya melalui pengembangan produk aset kripto yang berizin. [Suara.com/Ahmad Fauzi]
baca 10 detik
  • Bursa Kripto CFX memandang positif prospek aset kripto 2026 meski kondisi global tidak menentu.
  • CFX berencana memperkuat ekosistem dengan mengembangkan produk aset kripto berizin mulai tahun 2026.
  • CFX menurunkan biaya transaksi secara bertahap menjadi 0,01% untuk menarik pelaku industri dan pasar domestik.

Suara.com - Bursa aset kripto, Bursa Kripto CFX tetap optimistis prospek pasar aset kripto di 2026, meski adanya ketidakpastian kondisi global. Bursa Kripto CFX memandang, minat masyarakat akan aset kripto tetap tinggi, apalagi sebagai pilihan investasi selain saham.

Direktur Utama CFX, Subani, mengatakan Bursa Kripto CFX sebagai bursa aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperkirakan pasar aset kripto memasuki tahun 2026 akan tetap terdampak kondisi global yang dinamis meski adopsi korporasi meningkat secara perlahan.

"Fokus bursa kripto CFX pada 2026 adalah mendorong penguatan ekosistem, salah satunya melalui pengembangan produk aset kripto yang berizin," ujar Subani.

Subani menuturkan, kondisi makroekonomi global masih menjadi faktor penentu pertumbuan industri aset kripto di Indonesia. Namun, instabilita global tidak cukup untuk menghilangkan minat konsumen dalam berinvestasi di aset kripto.

"Karena itu, aset kripto diperkirakan masih akan menunjukkan tren tang relatif positif memasuki tahun 2026," katanya.

Bursa CFX mencatat, hingga saat ini jumlah konsumen aset kripto di Indonesia tercatat mencapai 19,56 juta orang.

Sementara itu, sebanyak 973 korporasi diketahui telah memiliki aset digital dalam portofolio investasinya. Lalu, nilai transaksi kripto sepanjang 2025 mencapai Rp 482,23 triliun.

Untuk memantik banyaknya Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) untuk menjadi anggota, Bursa CFX pun melakukan inovasi dengan menurunkan biaya transaksi secara bertahap.

Saat ini, biaya transaksi bursa berada di level 0,04 persen per transaksi. Subani mengatakan, biaya tersebut akan diturunkan menjadi 0,02 persen mulai 1 Maret 2026, dan kembali dipangkas menjadi 0,01 persen pada 1 Oktober 2026.

baca juga

"Dengan biaya transaksi yang lebih kompetitif, kita sedang membangun pangsa pasar yang lebih besar," katanya.

Kebijakan ini disambut positif para pelaku industri. CEO Indodax William Sutanto meyakini bahwa efisiensi struktur biaya adalah kunci untuk keberlanjutan industri aset kripto secara jangka panjang.

Ia menjelaskan, salah satu permasalahan di industri aset kripto adalah struktur biaya yang dinilai lebih mahal sehingga mengakibatkan konsumen bertransaksi aset kripto di platform luar negeri yang sebenarnya tidak berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Struktur biaya yang lebih efisien dan kompetitif merupakan angin segar bagi industri aset kripto karena dapat mendorong frekuensi transaksi yang lebih tinggi. Hal tersebut juga dapat menarik kembali para konsumen yang selama ini bertransaksi di platform luar untuk kembali masuk ke dalam negeri. Jangka panjangnya, ini dapat memperdalam likuiditas pasar domestik serta membuat ekosistem kita menjadi lebih kompetitif dibanding pasar global,” sambut William.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirut Bursa Kripto CFX: Volume Kripto Offshore 2,5 Kali Lebih Besar dari Dalam Negeri

Dirut Bursa Kripto CFX: Volume Kripto Offshore 2,5 Kali Lebih Besar dari Dalam Negeri

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 16:33 WIB

CFX Perkecil Biaya Transaksi Demi Dongkrak Daya Saing Pasar Kripto RI

CFX Perkecil Biaya Transaksi Demi Dongkrak Daya Saing Pasar Kripto RI

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 16:29 WIB

Bursa Kripto Jadi Acuan Harga Emas Dunia saat Pasar AS Tutup di Tengah Perang

Bursa Kripto Jadi Acuan Harga Emas Dunia saat Pasar AS Tutup di Tengah Perang

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 08:21 WIB

Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi

Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi

Bisnis | Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:59 WIB

Pertama di Dunia! Perusahaan Ini Bayar Dividen Pakai Emas Kripto

Pertama di Dunia! Perusahaan Ini Bayar Dividen Pakai Emas Kripto

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 15:37 WIB

Terkini

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:45 WIB

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 23:30 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 23:01 WIB

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:36 WIB

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 22:29 WIB

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

Surakarta | Minggu, 06 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

Malang | Minggu, 06 September 2026 | 22:24 WIB

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 22:21 WIB

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

Kalbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:18 WIB

×