Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:07 WIB
Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025) [Suara.com/ANTARA]
baca 10 detik
  • Rupiah loyo ke Rp16.925 per dolar AS akibat tensi panas Iran-Israel dan lonjakan harga minyak.
  • Konflik Timur Tengah dan merosotnya cadangan devisa RI tekan stabilitas Garuda.
  • Rupiah melemah 0,12%, sementara peso Filipina jadi mata uang paling anjlok di Asia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih belum mampu keluar dari zona merah pada penutupan perdagangan akhir pekan. Mata uang Garuda terus menunjukkan pelemahan dan tampak tak berdaya menghadapi keperkasaan the greenback.

Mengutip data Bloomberg, Jumat (6/3/2026), rupiah ditutup merosot ke level Rp16.925 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,12 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp16.905. Sejalan dengan itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) turut mematok posisi Rp16.919 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut memanasnya tensi geopolitik global menjadi faktor utama yang menekan nyali rupiah. Ancaman Iran untuk melanjutkan konfrontasi dengan Israel dan Amerika Serikat membuat pelaku pasar cenderung menjauhi aset berisiko.

"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang kembali memburuk oleh memanasnya situasi di Timur Tengah," ujar Lukman saat dihubungi Suara.com, Jumat (6/3/2026).

Selain faktor perang, Lukman menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang kian membebani neraca perdagangan dan menekan stabilitas nilai tukar. Kekhawatiran investor juga diperparah dengan kondisi cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dilaporkan terus menyusut.

"Harga minyak yang kembali naik tinggi dan cadev yang menurun ikut membebani rupiah. Saya yakin BI masih aktif mengintervensi, namun situasi saat ini memang sangat membebani, bukan hanya rupiah, tapi mata uang lainnya juga," tambahnya.

Kondisi mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi. Peso Filipina menjadi yang paling babak belur dengan koreksi tajam 0,66 persen. Nasib serupa dialami rupee India (-0,09%), ringgit Malaysia (-0,08%), dolar Hong Kong (-0,06%), dan baht Thailand yang terkoreksi tipis 0,01 persen.

Meski demikian, beberapa mata uang masih mampu mencatatkan penguatan. Won Korea Selatan memimpin penguatan di Asia dengan kenaikan 0,77 persen, disusul dolar Singapura (0,23%), yuan China (0,19%), dolar Taiwan (0,1%), dan yen Jepang yang menguat tipis 0,04 persen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:34 WIB

Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 10:37 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 09:40 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×