Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 09 Maret 2026 | 13:54 WIB
Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang
Ilustrasi. Harga minyak mentah di pasar Asia terpantau "kebakaran" dengan lonjakan drastis hingga 30 persen pada perdagangan Senin (9/3/2026). Pemicunya tak lain adalah eskalasi perang yang kian liar antara aliansi Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Foto ist.
  • Perang AS-Israel vs Iran picu harga minyak melonjak 30%, sentuh USD 118 per barel.
  • Pasokan dunia terancam usai fasilitas minyak Teheran dibom dan Selat Hormuz diblokade.
  • Analis peringatkan skenario terburuk; inflasi global hantui ekonomi masyarakat.

Suara.com - Kabar buruk menghantam stabilitas ekonomi global di awal pekan ini. Harga minyak mentah di pasar Asia terpantau "kebakaran" dengan lonjakan drastis hingga 30 persen pada perdagangan Senin (9/3/2026).

Level ini menjadi yang tertinggi sejak 2022, sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi biaya hidup masyarakat dunia.

Pemicunya tak lain adalah eskalasi perang yang kian liar antara aliansi Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Melansir data Investing.com, harga minyak Brent untuk kontrak Mei terbang lebih dari 25 persen hingga menembus USD 117,16 per barel. Lebih ngeri lagi, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meroket 30 persen ke angka USD 118,82 per barel.

Analis ANZ bahkan mengaku tak berkutik melihat kegilaan pasar saat ini. Situasi di lapangan disebut telah melampaui prediksi paling pesimistis sekalipun.

"Situasi ini melampaui skenario terburuk yang kami perkirakan. Kemungkinan kenaikan harga minyak lebih lanjut sangat tinggi," tulis mereka dalam sebuah catatan yang bernada suram.

Ketegangan mencapai titik didih setelah serangan udara AS-Israel menghantam fasilitas minyak Iran di Teheran dan Provinsi Alborz akhir pekan lalu. Iran pun membalas dengan mencekik Selat Hormuz, jalur nadi yang mengalirkan 20 persen konsumsi minyak dunia. Gangguan ini otomatis memutus rantai pasok global dan memicu kepanikan massal di pasar.

Di tengah kekacauan ini, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan yang dianggap meremehkan beban ekonomi masyarakat. Ia menyebut lonjakan harga ini hanyalah "konsekuensi kecil" demi keamanan global dari ancaman nuklir Iran.

Namun, fakta di lapangan justru berbicara sebaliknya dimana Uni Emirat Arab (UAE) dan Kuwait mulai memangkas produksi karena keterbatasan kapasitas penyimpanan akibat gangguan distribusi, selain itu janji manis Trump soal asuransi maritim dan perlindungan angkatan laut di Selat Hormuz gagal menenangkan investor.

Kondisi ini diprediksi akan segera memicu efek domino, mulai dari lonjakan harga BBM hingga inflasi barang pokok yang akan mencekik daya beli masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Cuma Omon-omon Janji Manis BBM Tak Naik?

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Cuma Omon-omon Janji Manis BBM Tak Naik?

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:44 WIB

Hukum Internasional vs Rudal: Siapa yang Lebih Cepat Dapat Keadilan?

Hukum Internasional vs Rudal: Siapa yang Lebih Cepat Dapat Keadilan?

Your Say | Senin, 09 Maret 2026 | 13:04 WIB

Warisan Paling 'Zonk': Saat Orang Dewasa yang Perang, tapi Kita yang Kena Getahnya!

Warisan Paling 'Zonk': Saat Orang Dewasa yang Perang, tapi Kita yang Kena Getahnya!

Your Say | Senin, 09 Maret 2026 | 12:26 WIB

Terkini

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:50 WIB

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23 WIB

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:07 WIB

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:04 WIB

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:00 WIB

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:55 WIB

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:43 WIB

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:38 WIB

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:05 WIB

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:02 WIB