PDB Tiongkok Tembus US$25 Triliun, Jangkar Ekonomi ASEAN Mulai Goyang?

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:40 WIB
PDB Tiongkok Tembus US$25 Triliun, Jangkar Ekonomi ASEAN Mulai Goyang?
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengunjungi Beijing, Rabu (3/9/2025). [Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • PDB Tiongkok tembus US$25 Triliun, namun pertumbuhan 2026 diprediksi melambat ke 4,5%.
  • Krisis properti & banjir produk murah Tiongkok ancam industri manufaktur dan buruh Indonesia.
  • ASEAN waspada tekanan deflasi & depresiasi mata uang akibat ketergantungan ekonomi ke Beijing.

Suara.com - Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS) baru saja merilis angka keramat. Per 19 Januari 2026, Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Tirai Bambu resmi tumbuh 5% (y-o-y), sekaligus melampaui angka fantastis US$25 triliun.

Kar Yong Ang, Elev8 Analyst mengatakan secara kertas, Beijing adalah jangkar ekonomi dunia, namun bagi Asia Tenggara, angka ini membawa alarm kewaspadaan. Sebagai mitra dagang utama ASEAN sejak 2009, kesehatan ekonomi Beijing adalah denyut nadi bagi kawasan.

"Pada 2025 saja, nilai perdagangan bilateral Tiongkok-ASEAN menembus US$1 triliun. Namun, di balik angka jumbo tersebut, Beijing mencetak rekor surplus, sementara negara-negara tetangganya mulai merasakan sesak napas akibat ketergantungan yang asimetris," kata Kar Yong dalam analisanya, Rabu (11/3/2026).

Data menunjukkan betapa dalamnya kuku ekonomi Tiongkok di Asia Tenggara. Vietnam memimpin dengan volume perdagangan US$296 miliar, disusul Malaysia (US$192 miliar), dan Indonesia di posisi ketiga dengan US$168 miliar.

Indonesia dan sekutunya di ASEAN-5 masih terjebak dalam pola klasik dimana mengirim bahan mentah seperti nikel dan sawit, lalu kembali mengimpor mesin teknologi tinggi hingga barang konsumsi murah. Masalahnya, ketergantungan ini kini diuji oleh "badai" dari dalam Tiongkok sendiri.

Memasuki 2026, dua risiko besar membayangi dimana krisis properti yang tak kunjung usai dan kelebihan kapasitas industri Tiongkok. Sektor properti yang dulu menyumbang 25% PDB Tiongkok, kini hancur lebur dengan harga yang anjlok 20% dari puncak 2025.

Raksasa seperti Vanke bahkan masih terseok-seok meminta perpanjangan obligasi. Dampaknya ke Indonesia? Nyata. Kelebihan kapasitas industri Tiongkok membuat mereka "membuang" produk murah ke pasar regional.

"Di Indonesia, PHK di sektor industri dan ritel mencapai 42.000 orang pada akhir 2025, naik 32%. Ini sinyal kuat tekanan kompetitif dari produk Tiongkok," papar Kar Yong.

Hubungan Washington-Beijing yang bak "api dalam sekam" juga menambah ketidakpastian. Meski ada gencatan senjata tarif, gangguan pada rantai pasok tanah jarang (rare earth) dapat melumpuhkan sektor semikonduktor dan otomotif ASEAN dalam sekejap.

baca juga

Kar Yong pun memprediksi pertumbuhan Tiongkok di 2026 hanya akan berada di kisaran 4,5–4,6%. Bagi Jakarta, Manila, hingga Hanoi, ini adalah lampu kuning. Penurunan permintaan komoditas dan tekanan deflasi dari Tiongkok berisiko membuat nilai tukar seperti Rupiah dan Peso semakin terdepresiasi.

Kini, para pembuat kebijakan di kawasan harus memutar otak. Memanfaatkan modal Tiongkok adalah keharusan, namun membiarkan ekonomi domestik "hanyut" dalam perlambatan sang naga adalah bunuh diri ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Tambang, Aktivitas Emiten AMMN Kontribusi Rp 173 Triliun ke PDB

Tak Hanya Tambang, Aktivitas Emiten AMMN Kontribusi Rp 173 Triliun ke PDB

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:51 WIB

Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Perusak Ekonomi dan Korupsi di Indonesia

Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Perusak Ekonomi dan Korupsi di Indonesia

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 08:43 WIB

Purbaya Kembali Sentil Ekonom: Kementerian Keuangan Jago, Ekonomi Cukup Stabil

Purbaya Kembali Sentil Ekonom: Kementerian Keuangan Jago, Ekonomi Cukup Stabil

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 18:41 WIB

Terkini

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi

33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 11:38 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:36 WIB

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:35 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:33 WIB

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

Jogja | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 11:29 WIB

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:26 WIB

×