- Harga emas Antam 1 gram pada Senin, 16 Maret 2026, yaitu Rp 2.992.000, turun Rp 21.000 dari harga sebelumnya.
- Harga beli kembali (buyback) emas Antam tercatat Rp 2.744.000 per gram, mengalami penurunan Rp 5.000.
- Harga emas dunia melemah karena antisipasi kebijakan suku bunga bank sentral dan prospek suku bunga tinggi.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 16 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.992.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu anjlok Rp 21.000 dibandingkan Sabtu, 14 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.744.000 per gram.
Harga buyback itu juga merosot Rp 5.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
![Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/14/56115-emas-antam-ilustrasi-antam-harga-emas-antam.jpg)
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.549.865
- Emas 1 Gram Rp 2.998.480
- Emas 2 gram Rp 5.938.810
- Emas 3 gram Rp 8.883.153
- Emas 5 gram Rp 14.771.838
- Emas 10 gram Rp 29.448.538
- Emas 25 gram Rp 73.595.530
- Emas 50 gram Rp 147.111.863
- Emas 100 gram Rp 294.145.530
- Emas 250 gram Rp 735.098.163
- Emas 500 gram Rp 1.469.985.800
- Emas 1.000 gram Rp 2.939.931.500
Harga Emas Dunia Terpeleset
Harga emas dunia bergerak melemah pada awal perdagangan Asia, Senin, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar menjelang pengumuman kebijakan moneter sejumlah bank sentral utama pekan ini.
Mengutip laporan FXStreet, harga emas atau XAU/USD turun ke kisaran 4.967,70 dolar AS pada awal sesi Asia. Penurunan ini terjadi karena investor cenderung menahan posisi di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global.
Baca Juga: Harga Emas Galeri 24 dan UBS Pegadaian Stabil, Cek Update Terkini
Tekanan terhadap logam mulia ini juga muncul meski konflik geopolitik di Timur Tengah masih memanas. Biasanya, ketegangan geopolitik mendorong permintaan aset safe haven seperti emas.
Para pelaku pasar kini memantau perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Situasi tersebut berpotensi memicu volatilitas pasar global.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik di Iran diperkirakan dapat berakhir dalam beberapa minggu atau bahkan lebih cepat. Namun di sisi lain, militer Israel mengungkapkan rencana untuk melanjutkan operasi militernya setidaknya selama tiga minggu ke depan.
Selama akhir pekan, pasukan AS juga dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas militer di Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak penting bagi Iran. Teheran pun mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap fasilitas minyak yang terkait dengan AS di kawasan tersebut.
Meski konflik biasanya mendorong harga emas naik, ketegangan saat ini justru memicu lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Kondisi itu membuat pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan menunda rencana pemangkasan suku bunga. Prospek suku bunga tinggi lebih lama cenderung menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.