Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?

M Nurhadi

Rabu, 18 Maret 2026 | 10:50 WIB
Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?
Ilustrasi kilang minyak. [Antara]
baca 10 detik
  • Konflik Timur Tengah sejak Februari 2026 mengganggu distribusi fisik migas dan melumpuhkan mekanisme lindung nilai kilang Asia.
  • Strategi *hedging* kilang minyak Asia berubah menjadi beban finansial karena lonjakan harga minyak mentah Dubai tak terkendali.
  • Blokade Selat Hormuz menyebabkan hilangnya kargo fisik, memicu kerugian ganda bagi perusahaan pemurnian minyak di Asia.

Suara.com - Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah kini memicu guncangan hebat di sektor hulu hingga hilir industri migas. Tidak hanya menghambat distribusi fisik, peperangan ini telah melumpuhkan mekanisme keuangan yang selama ini menjadi tameng risiko bagi para pengelola kilang minyak di Asia.

Berdasarkan laporan Bloomberg pada Rabu (18/3/2026), perusahaan-perusahaan pemurnian minyak di kawasan Asia kini menghadapi ancaman defisit anggaran yang masif.

Hal ini terjadi setelah strategi lindung nilai (hedging) mereka berbalik menjadi beban finansial akibat lonjakan harga minyak mentah acuan Dubai yang tidak terkendali.

Dalam kondisi normal, kilang minyak biasanya menggunakan kontrak derivatif atau posisi short untuk mengunci harga bahan baku beberapa bulan sebelum pembelian fisik dilakukan. Tujuannya adalah untuk memitigasi kerugian jika terjadi fluktuasi harga di pasar global.

Namun, sejak pecahnya perang pada akhir Februari 2026, mekanisme ini mengalami malfungsi sistemik:

  • Terputusnya Pasokan Fisik: Strategi hedging hanya efektif jika komoditas fisik tersedia untuk diolah dan dijual.
  • Kekosongan Kargo: Dengan blokade di Selat Hormuz, kargo minyak mentah dari Teluk Persia menghilang dari pasar.
  • Kerugian Ganda: Perusahaan kini terjebak dalam kontrak keuangan yang merugi di bursa, namun tidak memiliki produk fisik untuk diperdagangkan guna menyeimbangkan neraca mereka.

"Instrumen yang seharusnya meminimalkan risiko justru kini menjadi sumber utama tekanan likuiditas bagi perusahaan," ujar Sumit Ritolia, analis utama dari firma Kpler.

Rekor Harga dan Dampak Regional

Data dari General Index menunjukkan anomali pasar yang ekstrem. Selisih harga kontrak swap Dubai dilaporkan menembus angka US$ 55 per barel dalam pola backwardation (harga saat ini jauh lebih mahal dari harga masa depan).

Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan rekor krisis energi tahun 2022.

baca juga

Negara-negara dengan ketergantungan energi tinggi seperti Tiongkok dan Jepang diprediksi akan menanggung dampak paling parah.

Estimasi awal menunjukkan potensi kerugian kolektif mencapai ratusan juta dolar AS akibat keterputusan rantai pasok dari Timur Tengah.

Meskipun terdapat harapan akan gencatan senjata atau pembukaan kembali jalur pelayaran, S&P Global Energy memperingatkan bahwa pemulihan tidak akan terjadi secara instan.

Dibutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan minggu bagi rantai pasok fisik untuk kembali ke kondisi stabil. Analis memproyeksikan bahwa penyesuaian pasar yang signifikan baru akan terlihat paling cepat pada akhir April atau memasuki Mei 2026.

Selama masa tunggu tersebut, industri kilang Asia dipaksa bertahan di tengah ketidakpastian harga yang sangat rentan terhadap spekulasi pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AFC Sebut Iran akan Tetap Tampil di Piala Dunia 2026

AFC Sebut Iran akan Tetap Tampil di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:47 WIB

Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel

Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:03 WIB

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:39 WIB

Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min

Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:28 WIB

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Jadi Sorotan, Harga Bensin Iran Termurah di Dunia Hanya Rp500 per Liter

Jadi Sorotan, Harga Bensin Iran Termurah di Dunia Hanya Rp500 per Liter

Video | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×