Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?

M Nurhadi

Rabu, 18 Maret 2026 | 10:50 WIB
Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?
Ilustrasi kilang minyak. [Antara]
  • Konflik Timur Tengah sejak Februari 2026 mengganggu distribusi fisik migas dan melumpuhkan mekanisme lindung nilai kilang Asia.
  • Strategi *hedging* kilang minyak Asia berubah menjadi beban finansial karena lonjakan harga minyak mentah Dubai tak terkendali.
  • Blokade Selat Hormuz menyebabkan hilangnya kargo fisik, memicu kerugian ganda bagi perusahaan pemurnian minyak di Asia.

Suara.com - Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah kini memicu guncangan hebat di sektor hulu hingga hilir industri migas. Tidak hanya menghambat distribusi fisik, peperangan ini telah melumpuhkan mekanisme keuangan yang selama ini menjadi tameng risiko bagi para pengelola kilang minyak di Asia.

Berdasarkan laporan Bloomberg pada Rabu (18/3/2026), perusahaan-perusahaan pemurnian minyak di kawasan Asia kini menghadapi ancaman defisit anggaran yang masif.

Hal ini terjadi setelah strategi lindung nilai (hedging) mereka berbalik menjadi beban finansial akibat lonjakan harga minyak mentah acuan Dubai yang tidak terkendali.

Dalam kondisi normal, kilang minyak biasanya menggunakan kontrak derivatif atau posisi short untuk mengunci harga bahan baku beberapa bulan sebelum pembelian fisik dilakukan. Tujuannya adalah untuk memitigasi kerugian jika terjadi fluktuasi harga di pasar global.

Namun, sejak pecahnya perang pada akhir Februari 2026, mekanisme ini mengalami malfungsi sistemik:

  • Terputusnya Pasokan Fisik: Strategi hedging hanya efektif jika komoditas fisik tersedia untuk diolah dan dijual.
  • Kekosongan Kargo: Dengan blokade di Selat Hormuz, kargo minyak mentah dari Teluk Persia menghilang dari pasar.
  • Kerugian Ganda: Perusahaan kini terjebak dalam kontrak keuangan yang merugi di bursa, namun tidak memiliki produk fisik untuk diperdagangkan guna menyeimbangkan neraca mereka.

"Instrumen yang seharusnya meminimalkan risiko justru kini menjadi sumber utama tekanan likuiditas bagi perusahaan," ujar Sumit Ritolia, analis utama dari firma Kpler.

Rekor Harga dan Dampak Regional

Data dari General Index menunjukkan anomali pasar yang ekstrem. Selisih harga kontrak swap Dubai dilaporkan menembus angka US$ 55 per barel dalam pola backwardation (harga saat ini jauh lebih mahal dari harga masa depan).

Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan rekor krisis energi tahun 2022.

Negara-negara dengan ketergantungan energi tinggi seperti Tiongkok dan Jepang diprediksi akan menanggung dampak paling parah.

Estimasi awal menunjukkan potensi kerugian kolektif mencapai ratusan juta dolar AS akibat keterputusan rantai pasok dari Timur Tengah.

Meskipun terdapat harapan akan gencatan senjata atau pembukaan kembali jalur pelayaran, S&P Global Energy memperingatkan bahwa pemulihan tidak akan terjadi secara instan.

Dibutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan minggu bagi rantai pasok fisik untuk kembali ke kondisi stabil. Analis memproyeksikan bahwa penyesuaian pasar yang signifikan baru akan terlihat paling cepat pada akhir April atau memasuki Mei 2026.

Selama masa tunggu tersebut, industri kilang Asia dipaksa bertahan di tengah ketidakpastian harga yang sangat rentan terhadap spekulasi pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AFC Sebut Iran akan Tetap Tampil di Piala Dunia 2026

AFC Sebut Iran akan Tetap Tampil di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:47 WIB

Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel

Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:03 WIB

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:39 WIB

Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min

Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:28 WIB

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Jadi Sorotan, Harga Bensin Iran Termurah di Dunia Hanya Rp500 per Liter

Jadi Sorotan, Harga Bensin Iran Termurah di Dunia Hanya Rp500 per Liter

Video | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Terkini

PLN Defisit 20 Juta Ton Batubara, Wamen ESDM Jamin Kuota RKAB 2026 Naik

PLN Defisit 20 Juta Ton Batubara, Wamen ESDM Jamin Kuota RKAB 2026 Naik

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:39 WIB

TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Implementasi ESG untuk Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan

TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Implementasi ESG untuk Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:19 WIB

IHSG Mulai Melemah Kembali Tapi Masih di level 6.200, Saham BBCA Gacor

IHSG Mulai Melemah Kembali Tapi Masih di level 6.200, Saham BBCA Gacor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 12:54 WIB

Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS

Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:23 WIB

Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun

Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:22 WIB

Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!

Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:07 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:52 WIB

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:07 WIB

Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg

Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:43 WIB

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:31 WIB