- Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 tetap direncanakan meski ada situasi geopolitik pasca serangan 28 Februari.
- AFC mengonfirmasi federasi Iran berencana tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai Grup G.
- Keputusan akhir keikutsertaan bergantung pada federasi Iran, sementara FIFA perlu opsi pengganti jika terjadi penarikan diri.
Suara.com - Partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026 masih menjadi sorotan di tengah situasi geopolitik yang memanas. Meski demikian, hingga saat ini belum ada sinyal bahwa Iran akan mundur dari turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Perwakilan Asian Football Confederation (AFC) memastikan bahwa federasi sepak bola Iran tetap berencana tampil di ajang empat tahunan itu. Tim yang saat ini menempati peringkat ke-20 dunia tersebut dijadwalkan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Jepang.
Namun, keikutsertaan Iran menjadi bahan perdebatan setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa Iran tetap diperbolehkan tampil di Piala Dunia. Namun, ia menilai situasi tersebut berpotensi berisiko.
Di sisi lain, Menteri Olahraga Iran sempat menyebut bahwa kondisi pasca-serangan membuat keikutsertaan negaranya menjadi sulit diwujudkan.
Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John, meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait situasi ini.
“Ini adalah momen yang sangat emosional. Banyak orang yang mengatakan berbagai hal,” kata Windsor John, dilansir dari New Straits Times.
“Pada akhirnya, keputusan ada di federasi, apakah mereka akan bermain atau tidak, dan sampai saat ini federasi telah memberi tahu kami bahwa mereka akan pergi ke Piala Dunia.
“Mereka adalah anggota kami. Kami ingin mereka bermain. Kalian tahu, mereka lolos, ... jadi kami berharap mereka bisa menyelesaikan masalahnya, apa pun itu, dan tetap bisa berpartisipasi.”
Iran dijadwalkan menjalani seluruh pertandingan fase grup di wilayah Amerika Serikat, dengan dua laga berlangsung di Los Angeles dan satu pertandingan lainnya di Seattle.
Apabila Iran pada akhirnya memutuskan untuk tidak ikut serta, situasi ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi FIFA.
Mengingat edisi 2026 merupakan Piala Dunia pertama dengan format 48 tim, FIFA harus menentukan langkah, apakah menunjuk tim pengganti atau menyesuaikan format grup menjadi hanya tiga peserta.
Sejumlah opsi pun terbuka, mulai dari memilih tim peringkat berikutnya dari zona Asia hingga mengambil peserta dari jalur playoff yang tengah berlangsung untuk memperebutkan tiket tersisa.