Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 18 Maret 2026 | 12:20 WIB
Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia
Ketegangan di jalur perdagangan minyak paling vital dunia kembali memicu guncangan pasar. Penyerangan kapal di dekat Selat Hormuz langsung mendorong kenaikan harga minyak mentah secara signifikan. Foto Pixbay.
baca 10 detik
  • Harga minyak turun ke USD 102 akibat lonjakan stok AS 6,6 juta barel di luar ekspektasi pasar.
  • Pasar waspadai keputusan suku bunga The Fed di tengah tekanan inflasi akibat konflik Iran.
  • Analis prediksi harga minyak tetap di atas USD 100/barel hingga pertengahan 2026 akibat perang.

Suara.com - Laju harga minyak mentah mulai kehilangan tenaga pada awal perdagangan di Asia, Rabu (18/3/2026). Setelah sempat terbang tinggi awal pekan ini, emas hitam terkoreksi akibat rilis data stok minyak Amerika Serikat (AS) yang melonjak di luar ekspektasi, serta sikap wait and see pasar menanti titah Federal Reserve (The Fed).

Menukil data Investing, harga minyak Brent berjangka terpangkas 1 persen ke level USD 102,43 per barel. Setali tiga uang, West Texas Intermediate (WTI) merosot 1,2 persen menjadi USD 94,14 per barel pada pukul 21:25 ET.

Penurunan ini dipicu oleh laporan American Petroleum Institute (API) yang mencatat stok minyak AS melonjak drastis hingga 6,60 juta barel pada pekan lalu. Angka ini memukul prediksi pasar yang justru mengharapkan adanya defisit sebesar 0,6 juta barel.

"Peningkatan stok minyak merupakan sinyal bearish bagi harga karena menunjukkan kondisi pasar yang mulai jenuh pasokan di tengah tingginya harga global," tulis laporan pasar tersebut.

Investor kini memasang mode waspada menjelang keputusan rapat Federal Reserve. Meski suku bunga diperkirakan tetap, pasar mencemaskan sinyal kebijakan moneter ketat akibat tekanan inflasi yang dipicu lonjakan harga energi dari konflik Timur Tengah. Tak hanya The Fed, sejumlah bank sentral utama dunia juga dijadwalkan menggelar pertemuan pekan ini untuk merespons kondisi ekonomi global yang fluktuatif.

Meski terkoreksi tipis, harga minyak secara fundamental masih bertengger di level tinggi. Perang antara AS-Israel dengan Iran yang telah memasuki minggu ketiga belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi.

Kematian Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, dalam serangan Israel kian memanaskan situasi. Sejak perang pecah pada Februari 2026, harga Brent telah meroket hingga 40 persen.

Sentimen sedikit melandai setelah Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan bergabung dengan AS untuk mengamankan Selat Hormuz pasca pemblokiran total oleh Iran yang memutus 20 persen pasokan global.

Namun, Analis OCBC memprediksi harga minyak akan sulit turun dari level USD 100 per barel hingga pertengahan 2026. Hal ini mengingat minimnya peluang perdamaian dalam waktu dekat yang dapat menjamin kelancaran pasokan energi dunia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Armada Mobil Tangki Ditambah, Stok BBM Dijamin Tak Langka Selama Mudik

Armada Mobil Tangki Ditambah, Stok BBM Dijamin Tak Langka Selama Mudik

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:59 WIB

Perang AS-Iran Memanas: WNI Cemas Harga BBM Bakal Melejit

Perang AS-Iran Memanas: WNI Cemas Harga BBM Bakal Melejit

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:10 WIB

"Ini Bukan Perang Kami": Negara Eropa Tolak Bantu AS di Selat Hormuz

"Ini Bukan Perang Kami": Negara Eropa Tolak Bantu AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Nusron Wahid Absen Rapat dengan DPR di Tengah Sorotan Kasus OTT HGB Summarecon

Nusron Wahid Absen Rapat dengan DPR di Tengah Sorotan Kasus OTT HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:57 WIB

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:50 WIB

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

Mulai Nabung dari Sekarang, Harga BBM Naik pada Oktober

Mulai Nabung dari Sekarang, Harga BBM Naik pada Oktober

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

4 Pemain Diaspora Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Termasuk Jay Idzes?

4 Pemain Diaspora Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Termasuk Jay Idzes?

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

Serah Terima Menkeu, Suahasil Nazara Lanjutkan Warisan Purbaya

Serah Terima Menkeu, Suahasil Nazara Lanjutkan Warisan Purbaya

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 16:39 WIB

Wajib Pakai Kapas atau Tidak? Ini Cara Memakai Toner Wajah yang Benar Menurut Dokter

Wajib Pakai Kapas atau Tidak? Ini Cara Memakai Toner Wajah yang Benar Menurut Dokter

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 16:37 WIB

McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB

McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB

Bogor | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:26 WIB

×