- Harga minyak mentah Brent dan WTI stabil tinggi pada Senin (23/3/2026), dipengaruhi isu Timur Tengah dan kebijakan AS.
- Investor menimbang risiko serangan fasilitas energi Timur Tengah dengan pelepasan jutaan barel minyak Iran oleh Washington.
- Kondisi perang memicu hilangnya 7-10 juta barel minyak harian dari Timur Tengah serta anjloknya produksi Irak.
Menteri Minyak Irak, Hayan Abdel-Ghani, mengonfirmasi produksi di Basra Oil Company anjlok drastis menjadi hanya 900.000 barel per hari (bpd) dari kapasitas normal 3,3 juta bpd.
Sebagai langkah darurat untuk mengatasi krisis pasokan, Washington memutuskan untuk mencabut sanksi sementara terhadap minyak Iran yang berada di laut.
Merespons kebijakan ini, sejumlah kilang minyak di India dan beberapa negara Asia lainnya dilaporkan berencana untuk kembali membeli minyak dari Teheran guna menyeimbangkan stok domestik mereka.