Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Dicky Prastya

Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
Ilustrasi mudik Lebaran 2026. Foto: Pemudik Memadati Stasiun Pasarsenen untuk berangkat mudik ke kampung halaman. [Dokumentasi KAI].
baca 10 detik
  • Kemenko Perekonomian menilai mudik Lebaran 2026 penggerak ekonomi strategis dengan efek berganda pada berbagai sektor riil.
  • Aktivitas mudik historis meningkatkan konsumsi rumah tangga 15%-20% serta pendapatan UMKM daerah hingga 70%.
  • Optimisme didukung stimulus fiskal Rp12,8 triliun dan kebijakan diskon transportasi untuk menunjang target pertumbuhan 5,5%-5,6% yoy.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai momentum mudik Lebaran 2026 merupakan fenomena ekonomi strategis yang secara konsisten mendorong peningkatan aktivitas ekonomi nasional.

Sebab karakteristiknya yang massal, terjadwal, serta memiliki efek berganda (multiplier effect) menjadikan mudik sebagai penggerak berbagai sektor riil secara simultan.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto menyatakan di momentum Idulfitri 2026, proyeksi aktivitas ekonomi menunjukkan tren yang optimistis dan diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Evaluasi Idulfitri 2025 yang mencatat pergerakan masyarakat mencapai 154,62 juta orang. Pergerakan dan belanja masyarakat di tahun 2026 diharapkan semakin meningkat agar mampu menunjang target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,5%-5,6% yoy," katanya, dikutip dari siaran pers, Senin (23/3/2026).

Berdasarkan data historis, konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 15%–20% dibandingkan bulan normal, seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya kecepatan perputaran uang (velocity of money).

Haryo menerangkan, tingginya Marginal Propensity to Consume (MPC) masyarakat Indonesia pada periode ini turut memperkuat dorongan konsumsi, termasuk peningkatan pendapatan pelaku UMKM daerah hingga 50%–70%.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto. [Dok. Kemenko Perekonomian]

Secara empiris, mudik Idulfitri telah terbukti menjadi instrumen penguatan ekonomi yang konsisten dan terukur. Kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 juga menunjukkan bahwa aktivitas mudik berkontribusi sekitar 1,5% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan (yoy).

Kontribusi tersebut terjadi melalui redistribusi aliran uang dari pusat aktivitas ekonomi ke berbagai wilayah, sehingga memperluas dampak ekonomi dan meningkatkan peredaran uang secara lebih merata.

“Setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi. Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa. Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” beber dia.

baca juga

Optimisme tersebut didukung oleh berbagai kebijakan stimulus, antara lain alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp 12,8 triliun, penyaluran bantuan sosial sebesar Rp 11,92 triliun kepada 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjelang Idulfitri, serta diskon tarif transportasi senilai Rp 911,16 miliar.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 53%–54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berbagai stimulus tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional.

Pemerintah juga memberikan kebijakan pemberian diskon tiket transportasi umum yang dikompensasi melalui subsidi dan insentif fiskal, serta penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 6 persen untuk tiket pesawat pada Lebaran 2025 yang berhasil menurunkan harga tiket hingga 14%.

Selain itu, dilakukan pula penurunan biaya kebandaraan dan harga avtur di 37 bandara guna meningkatkan keterjangkauan layanan penerbangan bagi masyarakat, Program Mudik Gratis untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) ASN sejak 2022–2025.

Kebijakan WFA telah menjadi inovasi strategis yang tidak hanya berfokus pada penguraian kepadatan arus mudik, tetapi juga secara terukur mampu memperpanjang durasi tinggal pemudik di kampung halaman.

Dengan tetap menjalankan pekerjaan dan menerima pendapatan secara penuh, pemudik memiliki ruang waktu yang lebih panjang untuk beraktivitas dan berbelanja, sehingga mendorong peningkatan perputaran uang dan memperkuat aktivitas ekonomi selama periode Idulfitri

“Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi kita tetap kuat. Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri

Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 17:10 WIB

Diskon Tol 30 Persen Menggiurkan: Worth It Mengorbankan Mental Demi Hemat Biaya Arus Balik?

Diskon Tol 30 Persen Menggiurkan: Worth It Mengorbankan Mental Demi Hemat Biaya Arus Balik?

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 17:25 WIB

8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran

8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya

7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 16:10 WIB

Anti-Bokek! Ini 5 Ide Bisnis Menjanjikan Pasca-Lebaran yang Wajib Dicoba

Anti-Bokek! Ini 5 Ide Bisnis Menjanjikan Pasca-Lebaran yang Wajib Dicoba

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 16:40 WIB

Ketika Momen Sesederhana Foto Keluarga di Hari Lebaran Terasa Mewah

Ketika Momen Sesederhana Foto Keluarga di Hari Lebaran Terasa Mewah

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 17:25 WIB

Terkini

Sempat Menang Eksepsi, Sidang Dakwaan Baru dr. Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Ditunda karena Ini

Sempat Menang Eksepsi, Sidang Dakwaan Baru dr. Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Ditunda karena Ini

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:28 WIB

Ketika Pajak Wajib Bayar tapi Pelayanan Publik Jalan di Tempat, Di Mana Letak Keadilannya?

Ketika Pajak Wajib Bayar tapi Pelayanan Publik Jalan di Tempat, Di Mana Letak Keadilannya?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:20 WIB

LAPK: Keluhan Pasien Viral Jadi Alarm Transparansi Layanan Rumah Sakit

LAPK: Keluhan Pasien Viral Jadi Alarm Transparansi Layanan Rumah Sakit

Sumut | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:20 WIB

PSSI Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir Singgung Bantuan Rp88 Miliar dari FIFA

PSSI Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir Singgung Bantuan Rp88 Miliar dari FIFA

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:18 WIB

Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar

Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar

Sulsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Sinergi Industri dan Pendidikan Otomotif Melalui Ajang Vokasi di GIIAS 2026

Sinergi Industri dan Pendidikan Otomotif Melalui Ajang Vokasi di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Antara Ketertiban dan Kebebasan Bicara: Mural yang Dihapus Kilat di Depan Kampus Trisakti

Antara Ketertiban dan Kebebasan Bicara: Mural yang Dihapus Kilat di Depan Kampus Trisakti

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Israel Makin Jauh dari Amerika, Benjamin Netanyahu Mau Serang Iran Sendiri

Israel Makin Jauh dari Amerika, Benjamin Netanyahu Mau Serang Iran Sendiri

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:07 WIB

6 Parfum Pria Tahan Lama yang Cocok di Iklim Tropis, Wanginya Segar dan Maskulin

6 Parfum Pria Tahan Lama yang Cocok di Iklim Tropis, Wanginya Segar dan Maskulin

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Kisah Masa Lalu Bahlil Lahir dari Anak ART: Ibu Saya Tukang Cuci, Ayah Buruh

Kisah Masa Lalu Bahlil Lahir dari Anak ART: Ibu Saya Tukang Cuci, Ayah Buruh

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:03 WIB

×