Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:55 WIB
Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat
Ilustrasi gedung-gedung di New Delhi, India. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Aktivitas ekonomi India melambat pada Maret 2026; PMI Komposit turun menjadi 56,5 akibat tekanan inflasi dan permintaan domestik melemah.
  • Sektor manufaktur dan jasa menunjukkan perlambatan signifikan, terutama produksi barang yang terdampak langsung volatilitas pasar Timur Tengah.
  • Konflik Timur Tengah berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan menekan nilai tukar rupee India ke titik terendah baru.

Suara.com - Perekonomian India mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan akibat dampak konflik di Timur Tengah. Aktivitas sektor swasta tercatat melambat pada Maret 2026, seiring melemahnya permintaan domestik dan tekanan inflasi yang meningkat.

Melansir CNBC, Selasa (24/3/2026), Berdasarkan data Indeks Manajer Pembelian (PMI) kilat HSBC yang disusun S&P Global, PMI Komposit India turun menjadi 56,5 pada Maret dari 58,9 pada Februari. Angka ini juga berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 59,0.

Meski masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi, perlambatan ini menjadi yang terlemah sejak Oktober 2022.

S&P Global mencatat bahwa konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja ekonomi India, di tengah kondisi pasar yang tidak stabil dan lonjakan inflasi biaya.

Ilustrasi India. [Unsplash]
Ilustrasi India. [Unsplash]

Aktivitas manufaktur bahkan mengalami penurunan lebih tajam. PMI sektor pabrik turun ke 53,8 dari sebelumnya 56,9, jauh di bawah perkiraan analis. Sementara itu, sektor jasa juga melambat ke level 57,2.

Penurunan paling signifikan terjadi di sektor produksi barang, yang terdampak langsung oleh volatilitas pasar, kenaikan biaya, serta melemahnya permintaan.

Gangguan juga dirasakan di sektor jasa, terutama akibat terganggunya perjalanan internasional imbas konflik di kawasan Teluk.

"Permintaan domestik yang lebih lemah membebani pesanan baru, yang meningkat pada laju paling lambat dalam lebih dari tiga tahun, meskipun terjadi lonjakan rekor dalam pesanan ekspor baru," kata Pranjul Bhandari, kepala ekonom India di HSBC.

Ia menambahkan, banyak perusahaan terpaksa menahan kenaikan harga dengan mengorbankan margin keuntungan demi menjaga daya beli pasar.

baca juga

Perdana Menteri India Narendra Modi turut menyoroti dampak konflik tersebut. Dalam pidatonya di parlemen, ia menyebut situasi global saat ini sebagai hal yang mengkhawatirkan.

"Kondisi global yang sulit akibat perang ini kemungkinan akan berlanjut untuk waktu yang lama," kata Modi.

India dinilai menjadi salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Ketergantungan terhadap energi impor membuat negara ini terdampak langsung oleh lonjakan harga minyak dan gangguan jalur perdagangan.

Kenaikan harga energi juga berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan India, yang turut menekan nilai tukar rupee hingga menyentuh titik terendah sepanjang masa dalam beberapa hari terakhir.

Padahal sebelumnya, sentimen bisnis sempat membaik setelah India berhasil menjalin kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun, konflik geopolitik kini kembali membayangi prospek ekonomi negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi

Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan

Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta

Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta

Foto | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:00 WIB

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

×