Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:55 WIB
Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat
Ilustrasi gedung-gedung di New Delhi, India. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Aktivitas ekonomi India melambat pada Maret 2026; PMI Komposit turun menjadi 56,5 akibat tekanan inflasi dan permintaan domestik melemah.
  • Sektor manufaktur dan jasa menunjukkan perlambatan signifikan, terutama produksi barang yang terdampak langsung volatilitas pasar Timur Tengah.
  • Konflik Timur Tengah berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan menekan nilai tukar rupee India ke titik terendah baru.

Suara.com - Perekonomian India mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan akibat dampak konflik di Timur Tengah. Aktivitas sektor swasta tercatat melambat pada Maret 2026, seiring melemahnya permintaan domestik dan tekanan inflasi yang meningkat.

Melansir CNBC, Selasa (24/3/2026), Berdasarkan data Indeks Manajer Pembelian (PMI) kilat HSBC yang disusun S&P Global, PMI Komposit India turun menjadi 56,5 pada Maret dari 58,9 pada Februari. Angka ini juga berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 59,0.

Meski masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi, perlambatan ini menjadi yang terlemah sejak Oktober 2022.

S&P Global mencatat bahwa konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja ekonomi India, di tengah kondisi pasar yang tidak stabil dan lonjakan inflasi biaya.

Ilustrasi India. [Unsplash]
Ilustrasi India. [Unsplash]

Aktivitas manufaktur bahkan mengalami penurunan lebih tajam. PMI sektor pabrik turun ke 53,8 dari sebelumnya 56,9, jauh di bawah perkiraan analis. Sementara itu, sektor jasa juga melambat ke level 57,2.

Penurunan paling signifikan terjadi di sektor produksi barang, yang terdampak langsung oleh volatilitas pasar, kenaikan biaya, serta melemahnya permintaan.

Gangguan juga dirasakan di sektor jasa, terutama akibat terganggunya perjalanan internasional imbas konflik di kawasan Teluk.

"Permintaan domestik yang lebih lemah membebani pesanan baru, yang meningkat pada laju paling lambat dalam lebih dari tiga tahun, meskipun terjadi lonjakan rekor dalam pesanan ekspor baru," kata Pranjul Bhandari, kepala ekonom India di HSBC.

Ia menambahkan, banyak perusahaan terpaksa menahan kenaikan harga dengan mengorbankan margin keuntungan demi menjaga daya beli pasar.

baca juga

Perdana Menteri India Narendra Modi turut menyoroti dampak konflik tersebut. Dalam pidatonya di parlemen, ia menyebut situasi global saat ini sebagai hal yang mengkhawatirkan.

"Kondisi global yang sulit akibat perang ini kemungkinan akan berlanjut untuk waktu yang lama," kata Modi.

India dinilai menjadi salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Ketergantungan terhadap energi impor membuat negara ini terdampak langsung oleh lonjakan harga minyak dan gangguan jalur perdagangan.

Kenaikan harga energi juga berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan India, yang turut menekan nilai tukar rupee hingga menyentuh titik terendah sepanjang masa dalam beberapa hari terakhir.

Padahal sebelumnya, sentimen bisnis sempat membaik setelah India berhasil menjalin kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun, konflik geopolitik kini kembali membayangi prospek ekonomi negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:09 WIB

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:46 WIB

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:42 WIB