Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB
BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah
Gubernur BI Perry Wajiyo mengatakan bahwa ketahanan sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat dan stabil.. (Unsplash/nimbostratus)
  • Bank Indonesia menyatakan perbankan nasional sangat kuat dan stabil untuk meredam dampak rambatan dari konflik geopolitik Timur Tengah.
  • Kondisi perbankan per Januari 2026 kuat dengan CAR 25,87% dan NPL tetap rendah di angka 2,14% bruto.
  • BI terus memperkuat kebijakan makroprudensial dan sinergi KSSK sebagai antisipasi menghadapi ketidakpastian dinamika global.

Suara.com - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik di Timur Tengah, Bank Indonesia (BI) memastikan perbankan nasional dalam kondisi prima.

Gubernur BI Perry Wajiyo mengatakan bahwa ketahanan sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat dan stabil. Hal ini diyakini mampu meredam potensi dampak rambatan dari gejolak global terhadap perekonomian nasional.

Selain itu, kondisi likuiditas perbankan saat ini terjaga dengan baik, didukung oleh kapasitas permodalan yang tinggi serta risiko kredit yang tetap terkendali.

“Ketahanan perbankan tetap kuat sehingga diprakirakan dapat memitigasi risiko dampak dari perang Timur Tengah,” ujar Perry dalam keterangan resminya dikutip Selasa (24/3/2026).

Data terbaru menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Januari 2026 tercatat sebesar 25,87%. Angka ini mencerminkan kemampuan perbankan yang sangat memadai dalam menyerap potensi risiko sekaligus mendukung ekspansi kredit.

Di sisi lain, kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) secara agregat tercatat rendah, yakni sebesar 2,14% (bruto) dan 0,82% (neto). Kondisi ini mengindikasikan bahwa risiko gagal bayar debitur masih dalam batas aman.

Hasil stress test yang dilakukan Bank Indonesia turut memperkuat optimisme tersebut. Simulasi menunjukkan bahwa sektor perbankan nasional tetap resilien dalam menghadapi berbagai skenario risiko, termasuk dampak rambatan dari konflik geopolitik global. Ketahanan ini ditopang oleh kemampuan bayar korporasi yang stabil serta tingkat profitabilitas yang tetap terjaga.

Sebagai langkah antisipatif, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan makroprudensial dan meningkatkan sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Upaya ini dilakukan guna memitigasi ketidakpastian global yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan domestik.

"Dengan fundamental yang solid, otoritas moneter optimistis sektor perbankan Indonesia mampu menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang kian menantang," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:51 WIB

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:39 WIB

Terkini

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB