Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB
BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah
Gubernur BI Perry Wajiyo mengatakan bahwa ketahanan sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat dan stabil.. (Unsplash/nimbostratus)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyatakan perbankan nasional sangat kuat dan stabil untuk meredam dampak rambatan dari konflik geopolitik Timur Tengah.
  • Kondisi perbankan per Januari 2026 kuat dengan CAR 25,87% dan NPL tetap rendah di angka 2,14% bruto.
  • BI terus memperkuat kebijakan makroprudensial dan sinergi KSSK sebagai antisipasi menghadapi ketidakpastian dinamika global.

Suara.com - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik di Timur Tengah, Bank Indonesia (BI) memastikan perbankan nasional dalam kondisi prima.

Gubernur BI Perry Wajiyo mengatakan bahwa ketahanan sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat dan stabil. Hal ini diyakini mampu meredam potensi dampak rambatan dari gejolak global terhadap perekonomian nasional.

Selain itu, kondisi likuiditas perbankan saat ini terjaga dengan baik, didukung oleh kapasitas permodalan yang tinggi serta risiko kredit yang tetap terkendali.

“Ketahanan perbankan tetap kuat sehingga diprakirakan dapat memitigasi risiko dampak dari perang Timur Tengah,” ujar Perry dalam keterangan resminya dikutip Selasa (24/3/2026).

Data terbaru menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Januari 2026 tercatat sebesar 25,87%. Angka ini mencerminkan kemampuan perbankan yang sangat memadai dalam menyerap potensi risiko sekaligus mendukung ekspansi kredit.

Di sisi lain, kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) secara agregat tercatat rendah, yakni sebesar 2,14% (bruto) dan 0,82% (neto). Kondisi ini mengindikasikan bahwa risiko gagal bayar debitur masih dalam batas aman.

Hasil stress test yang dilakukan Bank Indonesia turut memperkuat optimisme tersebut. Simulasi menunjukkan bahwa sektor perbankan nasional tetap resilien dalam menghadapi berbagai skenario risiko, termasuk dampak rambatan dari konflik geopolitik global. Ketahanan ini ditopang oleh kemampuan bayar korporasi yang stabil serta tingkat profitabilitas yang tetap terjaga.

Sebagai langkah antisipatif, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan makroprudensial dan meningkatkan sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Upaya ini dilakukan guna memitigasi ketidakpastian global yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan domestik.

"Dengan fundamental yang solid, otoritas moneter optimistis sektor perbankan Indonesia mampu menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang kian menantang," tegasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:51 WIB

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:39 WIB

Terkini

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB